SLBN A Pajajaran Kota Bandung Laksanakan PTM Terbatas, Siswa Senang Bisa Berinteraksi dengan Guru
Di Kota Bandung, PTM terbatas dilakukan di sejumlah sekolah. Salah satu sekolah yang melakukan PTM terbatas yaitu SLBN A Pajajaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilakukan di sejumlah sekolah, khususnya di Kota Bandung. Salah satu sekolah yang melakukan PTM terbatas adalah, SLBN A Pajajaran.
Ya, sekolah ini melaksanakan PTM terbatas dengan ketat. Misalnya, sebelum masuk ke ruang kelas, semua siswa harus dicek terlebih dahulu cek suhu tubuh, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lainnya.
"Semua, termasuk guru juga melaksanakan protokol kesehatannya," ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan Basuki Raharjo, saat ditemui di sekolah, 13 September 2021.
Baca Juga: Wajah Kusam TPAS Sarimukti KBB, Sehari Tampung 2000 Ton Sampah
Basuki Raharjo menjelaskan, di masa pandemi ini sesuai dengan ketentuan Satgas Covid-19 Kota Bandung, siswa yang hadir hanya 50 persen, dan itupun hanya kelas XII (dua belas) saja, sisanya, melaksanakan pembelajaran pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
"Kenapa kelas XII yang hadir, karena mau persiapan akhir masa pelajaran, terus mereka sudah divaksin juga Alhamdulillah. Yang sudah divaksin sekitar 90 persen lebih untuk SMA. Jumlah keseluruhan SMA ada 23 siswa," jelas Basuki Raharjo.
Selain itu, pembelajaran untuk siswa hanya dua mata pelajaran, dan waktunya dari jam 09.00 sampai dengan jam 11.00 WIB. Sebelum pandemi, siswa belajar normal dari jam 07.00 sampai dengan 14.30 WIB.
Baca Juga: Terungkap, Ajay Suap Penyidik KPK Rp507,39 Juta untuk Amankan Perkara
"Mereka juga ada pemotongan jam belajar di masa pandemi ini. Yang satu jam itu 45 menit, jadi sekitar 25 menit satu mata pelajarannya," ujarnya.
Dia mengatakan, sebelum masuk PTM terbatas, seluruh orangtua siswa harus membuat pernyataan terlebih dahulu, apakah orangtua mengizinkan untuk menggelar PTM terbatas atau tidak.
"Alhamdulillah kalau yang mengizinkan diatas 95 persen. Keseluruhan siswanya ada 23 siswa, untuk SMA," katanya.
Dia berharap, sebagian siswa SLBN A Pajajaran Kota Bandung bisa melaksanakan tatap muka ini juga mendekati adaptasi kebiasaaan baru, seperti normal biasa pembelajarannya. Mudah-mudahan bisa lancar dan tidak ada kejadian yang tidak inginkan.
Baca Juga: Jelang PTM, Pemkab Bandung Barat Imbau Para Pelaku Transportasi Segera Divaksin
"Mudah-mudahan siswanya bisa menjaga prokesnya juga gurunya juga. Mudah-mudahan harapannya kedepan kalau kondisinya begini, Insya Allah siswa makin banyak, kelas XI, X bisa dibuka," paparnya.
Sementara itu, siswa SLBN A Pajajaran Kota Bandung Zaenal Arifin mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur bahwa PTM terbatas sudah dilakukan, meskipun belum semua siswa melaksanakan PTM terbatas ini, hanya kelas XII saja yang mengikuti.
"Alhamdulillah saya merasa senang dengan PTM terbatas ini. PTM terbatas ini kan bisa berinteraksi langsung dengan guru lebih terasa, kalau dirumah kan susah kan interasinya," kata Zaenal Arifin.
Baca Juga: Pesan Wali Kota ke Warga Bandung, Jangan Terlena karena Sudah Divaksin!
Selain itu, Zaenal Arifin mengaku senang dengan melaksanakan PTM terbatas ini, selain guru, orangtua juga mengizinkan untuk PTM terbatas.
"Orangtua juga membolehkan untuk sekolah tatap muka. Sehari hanya dua mata pelajaran. Nggak enaknya pembelajaran daring, signalnya jelak kalau di saya," ucapnya. (okky adiana)
Editor : inilahkoran


