Jangan Kecolongan! Ini Ciri-ciri dan Modus Penipuan Akun Palsu Pejabat Kota Bandung

Kepala Diskominfo Kota Bandung Yayan Ahmad Briliyana meminta warga mewaspadai akun palsu mengatasnamakan pejabat Pemkot Bandung.

Jangan Kecolongan! Ini Ciri-ciri dan Modus Penipuan Akun Palsu Pejabat Kota Bandung
Ilustrasi

INILAH, Bandung- Akun-akun palsu yang mengatasnamakan pejabat Kota Bandung berkeliaran di Media Sosial. Warga diminta waspada dengan mengenali ciri-ciri berikut modus penipuannya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana membenarkan kabar tersebut.

"Warga Bandung jangan sampai terkecoh pada akun palsu dari para pejabat di media sosial. Apalagi menggunakan akun tersebut untuk meminta uang," kata Yayan, Rabu 15 September 2021.

Baca Juga: Warga Bandung Waspada! Akun Palsu Pejabat Berkeliaran, Rata-rata Minta Uang

Modus Penipuan dilakukan dengan mengirim direct message (DM), memberikan nomor whatsapp, meminta data rahasia dan sejumlah uang serta ada ancaman kepada pengguna.

Untuk melindungi diri dari informasi hoaks, berhati-hatilah dengan judul provokatif, cermati alamat situs.

Khususnya alamat blog, periksa fakta, sesuaikan dengan info dari situs resmi, cek keaslian foto, bisa menggunakan Google Images serta Ikut ke dalam grup diskusi anti hoax di media sosial.

Baca Juga: Sosialisasikan UU No 33 tentang Jaminan Produk Halal, Pemkot Bandung Gandeng Kantor Kemenag

Ciri-ciri informasi hoaks biasanya diawali dengan “viralkan” atau "sebarkan”, mendiskreditkan pihak tertentu, seolah-olah ilmiah tapi rekomendasi, tidak sesuai konteks, manipulatif, foto dan caption berbeda, kontennya menirukan atau memparodikan sesuatu.

Beberapa akun yang saat ini sudah dikonformasi merupakan akun bodong adalah akun yang mengatasnamakan Kepala Bidang Mutasi dan Promosi dan Kepala Bidang PPIK BKPSDM Kota Bandung di media sosial Facebook.

"Jika menemukan akun akun bodong atau palsu yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, Saya mengimbau untuk tidak direspon apabila meminta atau mengonfirmasi apapun melalui WhatsApp atau Messenger," ujar Yayan.*** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran