Dukung Citarum Harum, Pembudidaya Kolam Jaring Apung di Saguling Mulai Alih Usaha ke Kolam Darat
Keberadaan kolam jaring apung (KJA) di kawasan Saguling, Cirata, dan Jatiluhur bakal dikurangi. Itu dilakukan guna menjaga kualitas waduk.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Keberadaan kolam jaring apung (KJA) di kawasan Saguling, Cirata, dan Jatiluhur bakal segera dikurangi. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas air dan pelestarian lingkungan waduk (bendungan).
Guna mendukung rencana tersebut, para pembudidaya atau petambak ikan kolam jaring apung (KJA) yang berada di genangan Waduk Saguling tepatnya di Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai berani menjajaki alih usaha ke kolam darat.
Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan), KBB, Iip Kusyaman, mengatakan, program alih usaha pembudidaya ikan KJA di Dermaga Ungrem Bongas mendapatkan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Melalui dana alokasi khusus (DAK) bantuan kolam, benih ikan lele, dan pakan," katanya, Rabu 29 September 2021.
Baca Juga: Ingin Ada Penyegaran, Hengky Bakal Rotasi 16 Pejabat Pemda KBB Pekan Depan
Ia menjelaskan, pihaknya juga menggandeng pembudidaya ikan KJA yang tergabung dalam Paguyuban Gabungan Baraya Saguling (GBS) dengan tujuan agar mereka mulai alih usaha dari KJA ke kolam darat.
"Ini direspons positif oleh 10 kelompok yang mendapatkan bantuan 100 kolam darat dari kementerian," jelasnya.
Nantinya, sambung dia, ketika KJA di kawasan Saguling ditertibkan untuk mendukung program Citarum Harum, para pembudidaya ikan sudah siap dan tetap memiliki pekerjaan.
Baca Juga: Kembangkan Potensi Daerah, Kota Bandung dan KBB Jalin Kerja Sama Strategis
"Paguyuban GBS mencakup anggota dilima desa, yakni Bongas, Rancapanggung, Budiharja, Batulayang, dan Mukapayung dengan total KJA mencapai 12.000 dari total KJA di Waduk Saguling 38.000," sebutnya.
"Bantuan yang diberikan dan sudah berjalan yakni kolam darat berbentuk lingkaran dengan diameter 3 meter, 13.400 ekor benih ukuran 4-5 sentimeter/kelompok, dan pakan 1.480 kg," sebutnya.
Semnetara itu, Ketua Paguyuban Gabungan Baraya Saguling (GBS) Asep Elep mengaku pihaknya menyambut baik dengan rencana alih usaha dari KJA ke kolam darat. Kendati untuk memulai budidaya ikan lele harus kembali beradaptasi lantaran para pembudidaya sudah terbiasa membudidayakan ikan nila, ikan mas dan patin.
Baca Juga: Tak Ingin Jadi Klaster Sekolah, Kemenag KBB Hati-hati Saat Gelar PTM Terbatas
"Tapi demi kebaikan bersama dan suksesnya program Citarum Harum, kami mendukung langkah tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya memang harus beradaptasi dulu termasuk mencari pangsa pasar. Namun, apa salahnya mencoba sebagai contoh, seraya berharap tidak semua KJA di Saguling dihilangkan.
"Misalnya masih diperbolehkan dengan jumlah yang dibatasi," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : inilahkoran


