Usai Dulang Emas, Atlet KBB Sebut Ini Jadi PON Terakhir, Kenapa ?
Muhammad Yunus atlet dayung asal Kabupaten Bandung Barat yang berhasil meraih emas mengaku PON Papuan merupakan PON Terakhirnya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kebahagiaan tengah menyelimuti Muhammad Yunus seorang atlet dayung dari Kampung Sadang, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Pasalnya, Muhammad Yunus bersama pasangan Dayungnya Roby Kuswandi berhasil meraih emas di nomor 2 cano putera pada cabang olahraga Dayung Canoeing putera Pekan Olahraga Nasional XX 2021 di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Kamis, 30 September 2021
Yunus mengungkapkan, sangat senang lantaran perhelatan PON XX 2021 menjadi momentum yang sangat dinantikan setiap atlet, terlebih bagi dirinya.
"Apalagi untuk saya itu merupakan pon terakhir bagi saya, karena dibatasi usia kan," ungkapnya, Kamis 30 September 2021.
Ia mengaku, selama mengikuti PON sejak tahun 2012 hingga PON Jabar 2016, PON 2021 ini merupakan momen penutup yang menyenangkan.
"Saya awal masuk dayung itu sejak SMP kelas 2 sekitar akhir tahun 2007 hingga sekarang," ujar Muhammad Yunus
Baca Juga: Disoroti sebagai Daerah Jual-beli Jabatan, Pemkab Cirebon Terapkan Manajemen ASN Sistem Merit
Lebih lanjut ia menjelaskan, dirinya pertama kali mengikuti PON saat masih duduk di bangku SMA. Namun sebelum itu, dirinya juga telah menorehkan prestasi dicabor yang sama seperti pada POPDA dan PORDA untuk pelajar.
"Sebetulnya dari kecil emang udah suka olahraga dan kebetulan rumah saya dekat dengan Situ Ciburuy Padalarang. Jadi waktu kecil sering lihat para senior dulu latihan saat saya lewat," beber pria yang berusia 27 tahun tersebut.
Saat itu, lanjut dia, dirinya selalu penasaran melihat perahu kecil bisa berjalan kencang di tengah danau. Akhirnya, dirinya sengaja datang ke tempat latihan tersebut.
"Dari situ mulai tertarik, walaupun sebelumnya memang sudah suka olahraga. Akhirnya saya mulai latihan dayung di situ sampai sekarang dan enggak pernah coba-coba olahraga lain seperti maen bola ataupun voli. Jadi, cuma fokus dayung saja," paparnya.
Baca Juga: Bertekad Curi Kemenangan, Pelatih Persib Robert Alberts Mata-matai PSM Makassar Melalui Pemain
Ia menyebut, kalau untuk olahraga renang, lari, sepakbola itu emang suka. Cuma yang terus dipelajari hanya dayung. "Kalau untuk renang dan olahraga lain hanya untuk tambahan latihan lain," ujarnya.
Sebelum menghadapi PON, kata dia, berbagai hal telah disiapkan, seperti menerapkan pola latihan dan strategi yang diinstruksikan pelatih saat menghadapi lawan-lawan lain.
"Variasi sebetulnya dari staf pelatih, mereka yang meracik bumbu program latihannya seperti apa. Jadi saya tinggal mengikuti arahan dan program dengan serius dan saya fokus dengan target saya sendiri seperti untuk target untuk PON ini," terangnya.
"Pola latihannya seperti yang sebelumnya, kaya daya tahan, power maksimum, seperti lari, renang, dan sepakbola," sambungnya.
Menurutnya, lawan yang paling tangguh dalam PON XX Papua ini berasal dari Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: DPRD Jabar Apresiasi Rencana Pusat Izinkan Penyelenggaraan Kegiatan Besar, Tetapi Dengan Syarat
"Memang yang paling berat karena dari dulu mereka selalu bersaing dengan Jabar," ucapnya.
Ia berharap, usai PON ini dirinya bisa mengikuti kompetisi Sea Games dan Asian Games yang bakal dihelat tahun depan.
"Mudah-mudahan saya bisa terus berprestasi terlebih di kancah internasional yang akan digelar tahun depan," harapnya.***(agus satia negara)
Editor : inilahkoran


