Pandemi Bikin Narkoba Merajalela, BNN KBB Ungkap Wilayah Sebaran Terbanyak

Badan Narkortika Nasional Kabupaten (BNNK) Bandung Barat mengungkap wilayah-wilayah yang sebaran narkotika terbanyak selama pandemi Covid

Pandemi Bikin Narkoba Merajalela, BNN KBB Ungkap Wilayah Sebaran Terbanyak
Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP M. Yulian

INILAHKORAN,Ngamprah,- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bandung Barat punya cara tersendiri dalam memberantas penyebaran narkoba di wilayahnya.

Salah satunya saat membongkar penyelundupan narkoba jaringan Sumatera yang berhasil digagalkan di Jalan Tol Purbaleunyi KM 115 pada 8 September 2021.

Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP M. Yulian mengungkapkan, pihaknya menggunakan sistem pembuntutan (control delivery).

"Jadi kita ikuti ke mana barang itu pergi dan pada saat yang tepat kita lakukan pengungkapan di situ," ungkapnya, Jumat 8 Oktober 2021.

Strategi serupa juga dilakukan pihak BNNK Bandung Barat di wilayah Bekasi. Ia menyebut, pada saat pelaku sedang istirahat baru pihaknya melakukan penggerebegan di situ.

Baca Juga: Sempat Tak Sadarkan Diri, Dorce Gamalama Dikabarkan Masuk ICU

"Masih banyak lagi barang bukti lain yang belum kita musnahkan, di antaranya di karawang nanti. Belum kita mulai karena kita masih membongkar sindikat jaringan," bebernya.

Menurutnya, yang terpenting bukan hanya pengungkapan kasus. Namun, pihaknya ingin jaringan atau sindikat juga bisa terungkap agar bisa terpetakan.

"Nah, yang dipetakan saat ini di Bandung Barat adalah jaringan Sumatera-Jabar. Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dari BNNK Bandung Barat dan BNNP Jabar dibantu oleh Polda dan dukungan juga dari Plt Bupati," sebutnya.

Ia menjelaskan, jaringan tersebut berbeda-beda. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan pemetaan.

"Kalau kita sudah memetakan kita bisa mudah mengikuti permainan mereka," jelasnya.

Baca Juga: Rapid Tes Antigen di Kota Bandung Digelar Pekan Depan, Pemkot Siapkan 5.000 Alat

Berdasarkan barang bukti yang dimusnahkan, sebut dia, pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka yang berperan sebagai kurir.

"Karena kita tahu bahwa pengedar sindikatnya itu banyak dari luar negeri. Karena kasus narkoba ini merupakan organisasi transnasional. Jadi, masih ada jaringan-jaringan dunia internasional," ucapnya.

Disinggung soal adanya jaringan di lembaga pemasyarakatan, ia mengaku, pihaknya masih melakukan pengembangan.

"Kita jangan terburu-buru berapriori karena ini bisa membahayakan institusi dan perorangan," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, justru peningkatan kasus narkoba ini meningkat di tengah pandemi COVID-19.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap Pertama Diumumkan, Cek Nama Guru Honorer yang Lolos di Sini

Pasalnya, ada sebagian orang yang mengalihkan kondisi ini dengan hal negatif. Misalnya, kondisi pandemi yang menghimpit bisa diselesaikan dengan mengonsumsi narkoba.

"Justru ini dimanfaatkan oleh pengedar dan sindikat untuk dijadikan celah agar bisa menyuplai barangnya," ujarnya.

Ia menyebut, untuk sebaran terbesar narkoba di Jawa Barat saat ini paling banyak di wilayah Pantai Utara, di samping Bogor, Cianjur dan Sukabumi.

"Untuk wilayah Bandung Raya, antara lain KBB, Kabupaten Bandung, Cimahi. Sementara, di Kota Bandung yang menonjol saat ini adalah jarum suntik," sebutnya.

Berdasarkan survei penelitian yang dilakukan kemarin, kata dia, penggunaan narkoba melalui jarum suntik di Kota Bandung ini sangat luar biasa.

Baca Juga: Pemkot Bandung Suntik Dukungan Atlet Kota Bandung Peraih Mendali Emas PON XX Papua

"Akhirnya kami menggandeng pemda, wali kota dan bupati setempat untuk sama-sama berupaya memikirkan solusi bersama menurunkan kasus yang ada di Bandung Raya ini," tandasnya.***(agus satia negara)


Editor : inilahkoran