Mantap, SMAN 18 Kota Bandung Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan
SMAN 18 Kota Bandung melantik 30 siswa sebagai agen perubahan prilaku sekaligus mendeklarasikan sekolah anti perundungan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 18 Kota Bandung mendekalarasikan diri sebagai sekolah anti bullying sekaligus pelopor agen perubahan prilaku agresif.
Perundungan atau bullying adalah merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara anak-anak khususnya usia sekolah, yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.
Melihat hal tersebut, SMAN 18 Bandung menggelar acara Sosialisasi dan Pelantikan Agen Perubahan Program Roots Indonesia, dengan tema Bersama Hentikan Perundungan Bersatu Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman.
Ada sebanyak 30 peserta didik atau siswa SMAN 18 Bandung yang mengikuti acara itu. Nantinya, mereka akan menjadi agen perubahan bagi sesama siswa yang ada di sekolah tersebut.
Baca Juga: 165 Papan Reklame di Indramayu Terpaksa Diturunkan, Ini Penyebabnya!
Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Arief Subakty mengaku, sangat memberikan apresiasi dan mendukung SMAN 18 Bandung sebagai sekolah penggerak agen perubahan.
Terlebih menurut Subekti, dalam konsep agen perubahan tersebut juga ada sekolah anti perundungan. Karena sejatinya peserta didik memang harus menjadi agen perubahan dan mempunyai karakter yang bagus.
"Jadi dengan adanya tatap muka, kegiatan pembinaan karakter di sekolah bisa berjalan kembali. Kalau pembelajaran daring kan, anak-anak tidak melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan teman sebaya, adik kelas dan kakak kelas, malah guru," kata Arief Subakty, saat ditemui di SMAN 18 Bandung, Jalan Madesa, 11 Oktober 2021.
Baca Juga: Mulai Rekontruksi, Kasus Pembunuhan Kakak Beradik dalam Sumur
Arief Subakty menambahkan, di sekolah anak-anak terbentuk dalam kegiatan sehari-hari, untuk meningkatkan kecakapan dalam bermasyarakat dan sosialisasi.
"Saya berikan aperesiasi, mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan lancar, sehingga pendidikan di Jabar ini terwujud untuk menjadi Jabar Juara," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 18 Kota Bandung, Nani Mulyani mengatakan, siswa dan siswi yang terlibat dalam program agen perubahan tersebut akan dilatih selama 10 sesi, dengan narasumber yang berbeda-beda.
Para siswa itu lanjut Nani, kemudian juga akan memberikan edukasi kepada siswa lainnya.
Baca Juga: Sukurin, Pria Ini Ditangkap Polisi Lantaran Sering Mencuri Kotak Amal Masjid
"Hari ini SMAN 18 Bandung membuka sosialisasi dan pelantikan agen perubahan dari program rutin Roots Indonesia merupakan satu bagian dari program sekolah penggerak, karena SMAN 18 Bandung satu dari tujuh sekolah penggerak di Kota Bandung dan satu dari 2500 di Indonesia. Kegiatan ini akan dilaksanakan sampai Desember 2021," kata Nani Mulyani,
Nani Mulyani berharap, semua siswa yang mengikuti kegiatan ini bisa menyebarkan informasi tentang pencengahan perundungan, tetutama di sekolah SMAN 18 Bandung, kemudian mereka dapat memfasilitasi untuk teman-temannya untuk dapat saling bekerjasama dalam hal positif.
Di tempat yang sama, Dea Putri Ananda, salah seorang siswi yang turut menjadi agen perubahan mengaku, sangat antusias mengikuti program tersebut.
Menurut Dea, hal itu menjadi salah satu semangat untuk berbagi ilmu dan mendapatkan ilmu baru terkait perundungan.
Baca Juga: Wacana Buka Trayek Baru Sindangkerta-Jatinangor, Dishub KBB: Kita Kenalkan Wisata di Wilayah Selatan
"Lumayan seru untuk mencari pengalaman, bagaimana sih pencegahan perundungan itu, dan perundungannya seperti apa. Jadi jenis-jenisnya kita tahu, bila ada teman kita seperti itu (perundungan)," kata Dea Putri Ananda.
Menurutnya, di SMAN 18 Bandung memang ada perundungan sesama siswa, tapi sifatnya kecil dan berlaku sesaat. Kendati begitu, tetap saja perundungan itu tidak boleh dan dilarang.
"Tentunya ada (perundungan), cuma kita tidak tahu jenisnya seperti apa, kita harus mengetahui juga. Misalnya ada hal yang meledek orangtua, tapi apapun itu masuknya perundungan," ujar Dea Putri Ananda.
Baca Juga: MAXstream Rilis ‘Eyang Putri’, Film Horor Klasik Tentang Teror Klenik Keluarga
Sebagai agen perubahan, Dea Putri Ananda tugasnya untuk memberi penyuluhan dan informasi perundungan itu. Misalnya, dampak, jenisnya dan membuat orang tidak sukses.
"Jadi kita itu tidak boleh asal membuly, kita harus melihat dulu kondisinya seperti apa, dan membuli sangat tidak diperbolehkan, sebenarnya boleh saja bercanda, tapi bercandanya harus dimimalisir," pungkas Dea Putri Ananda.***(Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


