Keren, Antisipasi Kebocoran Data Siswa, SMPN 49 Kota Bandung Terapkan Learning Management System
SMPN 49 Kota Bandung mengklaim menggunakan Learning Manajement System (LMS) yang disiapkan pemerintah selama pembelajaran daring
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- SMPN 49 Kota Bandung terus mengoptimalkan Learning Management System (LMS) dalam proses belajar mengajar khususnya selama sistem pembelajaran dalam jaringan (Daring) diterapkan.
Optimalisasi LMS tersebut sekaligus menjadi upaya SMPN 49 Kota Bandung dalam melindungi kebocoran data siswa.
Selama proses belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem daring, SMPN 49 Kota Bandung juga menghindari kerjasama dengan pihak lain dan fokus memanfaatkan fasilitas yang disiapkan pemerintah seperti Google Classroom.
Baca Juga: Polisi Banting Pendemo Hingga Kejang-kejang, Fadli Zon: Police Brutality
Kepala SMPN 49 Kota Bandung, Nita Hidawati K mengungkapkan,salah satu prioritas SMPN 49 selama pembelajaran daring adalah melindungi data siswa. Karenanya alasan itulah, SMPN 49 memilih untuk mengoptimalkan sistem manajemen belajar yang sudah disiapkan pemerintah.
"Kami mengoptimalkan Learning Management System (LMS) sebagai acuan untuk melindungi data siswa itu. LMS ini merupakan wadah teknologi berbasis web yang di antaranya dapat membantu proses belajar mengajar secara online," kata Nita Hidawati K, saat ditemui di sekolahnya, Kamis, 14 Oktober 2021.
Nita Hidawati mengungkapkan, SMPN 49 Kota Bandung juga memilih untuk tidak menjalin kerjasama dengan pihak manapun dalam menerapkan LMS tersebut. Hal itu dilakukan guna menghindari kebocoran data siswa.
Baca Juga: Ribuan Warga Kota Bandung Terjerat Rentenir dan Pinjol, Mayoritas Perempuan
"Ada beberapa LMS yang aplikasinya bekerja sama dengan pihak luar. Dengan kerjasama itu tentunya data-data siswa diberikan kepada orang lain yang berpotensi disalahgunakan. Kami tidak melakukan itu," ujar Nita Hidawati K.
Dikatakan Nita Hidawati, selain menghindari kerjasama dengan pihak lain untuk melindungi data siswa, langkah itu juga dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi fasilitas yang diberikan pemerintah.
Selama ini menurut Nita, pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring dilakukan dengan memanfaatkan google classroom yang sudah disediakan pemerintah.
"Pemerintah memberikan google class room. Dikasih akun belajar ID. Maka itu diintegrasikan. Jadi seluruh mekanisme yang ada di situ kami manfaatkan, dan itu kuotanya sangat besar. Jadi kami optimalkan itu," papar Nita Hidawati
Menurut Nita, di era 4.0 mereka yang menguasi data, merekalah yang juga menguasai dunia. Namun di sisi lain, sekolah memiliki tanggung jawab untuk melindungi data siswa.
"Jadi dengan sistem kami ini, dipastikan data siswa terlindungi. Karena kami punya data pokok peserta didik (dapodik) yang sudah terintegrasi. Dalam dapodik ini ada Nomor Induk Kependudukan (NIK), data orang tua siswa, nomor handphone siswa dan lain-lain. Khawatir data siswa dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab. Makanya kami menghindari kerjasama dengan pihak lain," terangnya.
Baca Juga: Rachel Vennya Terkonfirmasi Kabur Saat Karantina, Satgas IDI: Jangan Merasa Istimewa
Potensi kebocoran data tersebut menurut Nita, bisa saja data siswa diubah oleh pihak lain yang tak bertanggungjawab.
"Yang paling bahaya adalah ketika pihak ketiga bilang ada gangguan servernya, bisa jadi kami enggak bisa cetak raport siswa yang memang disengaja. Atau mengubah nilai siswa yang sudah ditetapkan oleh gurunya. Tapi kalau sekolah yang pegang data, dipastikan itu aman dan terkunci," pungkas Nita.***(Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


