Petani di Kampung Sirnagalih Menjerit, Lahan 4 Hektare Terancam Gagal Panen Usai Diterjang Banjir

Para petani di Kampung Sirnagalih, Kecamatan Cipatat, KBB menjerit lantaran 4 hektare lahan mereka terancam gagal panen.

Petani di Kampung Sirnagalih Menjerit, Lahan 4 Hektare Terancam Gagal Panen Usai Diterjang Banjir
ahan pertanian seluas 4 hektar yang berlokasi di Kampung Sirnagalih, Desa Cipataharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam gagal panen.

INILAHKORAN, Ngamprah- Lahan pertanian seluas 4 hektare yang berlokasi di Kampung Sirnagalih, Desa Cipataharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam gagal panen usai diterjang banjir.

Peristiwa tersebut terjadi lantaran curah hujan dengan intensitas tinggi, pada (15/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Debit air yang besar ditembah saluran yang tersumbat akibat pohon tumbang menyebabkan tanggul selokan jebol.

Akibatnya, luapan air sungai tersebut menggerus lahan pertanian di wilayah tersebut.

"Kejadian sekitar udah Magrib, hujan deras. Tiba-tiba pengeras masjid mengumumkan ada banjir. Saya lihat ke sawah semua sudah tertutup air," kata salah seorang petani, Hamzah (50), belum lama ini.

Baca Juga: Baru Tahap Dua Verifikasi, Balon Ketum KONI KBB Ini Dapat Dukungan Terbanyak Cabor

Ia menuturkan, imbas dari banjir ini para  petani terancam gagal panen. Pasalnya, seluruh tanaman padi tumbang karena terbawa deras arus air.

Selain itu, sambung dia, banjir juga membawa lumpur dan batu membuat padi-padi tertimbun.

"Penen tinggal sekitar 1 bulan lagi, tapi habis dalam sekejap," jelasnya.

Baca Juga: Waspada! Empat Kecamatan KBB Diterjang Bencana, Ini 10 Titiknya Menurut BPBD

Tak hanya lahan pertanian padi, lanjut dia, sejumlah kolam ikan, akses jalan, serta dua rumah warga ikut tergerus arus banjir.

"Masyarakat Sirnagalih berharap pemerintah turun tangan mengantisipasi perbaikan tanggul," harapnya.

Baca Juga: Optimalkan Realisasi Pajak 2021, Bapenda KBB Gencarkan Sejumlah Program Istimewa

"Kolam ikan milik pak Anson semua ikannya habis terbawa banjir. Jalan ke kampung Cibiru juga putus. Ditambah 2 rumah kemarin terendam," tandasnya.***(Agus Satia Nagara)

 
 


Editor : inilahkoran