PT KAI Gusur Puluhan Rumah Warga di Jalan Anyer Dalam, Ono Surono: Zalim!

Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono menyebut PT KAI telah berbuat zalim kepada warga lantaran melakukan penggusuran di Jalan Anyer Dalam.

PT KAI Gusur Puluhan Rumah Warga di Jalan Anyer Dalam, Ono Surono: Zalim!
Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengunjungi warga yang terdampak penggusuran oleh PT KAI di Jalan Anyer Dalam, Bandung.

INILAHKORAN, Bandung- Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengecam tindakan PT KAI yang melakukan penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Bandung, baru-baru ini.

Ono Surono menilai PT KAI seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan dan cara-cara humanis.

"Lebih parahnya PT KAI bertindak represif dengan melibatkan 1000 Polisi Khusus KA," papar Ono Surono usai mengunjungi warga terdampak penggusuran di Jalan Anyer Dalam, Minggu 21 November 2021.

Saat dikunjungi, sebagian warga mengungsi ke masjid. Sebagian lain memilih tinggal di rumah sanak saudaranya lagi ke rumah sanak familinya.

Baca Juga: Foto: Warga Jalan Anyer Dalam Tolak Penggusuran

Sejumlah perabot rumah tangga terlihat berserakan di jalan-jalan bekas pemukiman warga.

Sejauh mata memandang terlihat tumpukan material bangunan sisa eksekusi yang dibiarkan menumpuk.

Ono Surono mengungkapkan, keprihatinannya terlebih menurut keterangan warga sempat ada oknum yang melakukan kekerasan hingga warga terluka.

Tak hanya itu, kata Ono Surono, warga juga mengeluhkan tindakan petugas yang membawa barang-barang milik warga dengan alasan diamankan.

"Kalau diamankan itu harus ada persetujuan, tapi kalau barang warga dibawa entah kemana itu sama saja rampok. Saya katakan PT KAI itu zholim karena bertindak sewenang-wenang. Ingat Indonesia adalah negara hukum," tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Dinilai Kurang Antisipatif Soal Penggusuran SD

Kepada warga korban penggusuran, Ono Surono mengatakan akan memberikan bantuan advokasi hukum terkait perampasan barang. Selain itu, ia juga meminta warga agar solid dan kompak.

"Informasi dari warga tidak ada satupun perwakilan Pemerintah Daerah yang hadir. Jangan sampai ada anggapan konflik antara warga dengan PT KAI sengaja dibiarkan. Saya minta PT KAI untuk bertanggung jawab," imbuhnya.

Ono Surono menambahkan, agar DPRD Kota dan Provinsi mengundang secara khusus PT KAI dan duduk bersama mencari solusi.

Baca Juga: Penggusuran Lahan Rumah Deret Tamansari, Sejumlah Pemuda Menghadang

"Kami juga akan laporkan juga ke Komisi di DPR RI yang terkait dengan BUMN untuk segera menyikapi PT KAI. Terlebih penggusuran ini dilakukan untuk membangun sebuah pusat bisnis. Ini dzolim manakala membangun pusat bisnis ini menyengsarakan rakyat yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di lokasi tersebut," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ono Surono yang didampingi juga oleh anggota DPR RI Junico Siahaan dan DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira meninjau dapur umum ala kadarnya yang dibuat warga di pelataran sebuah masjid.

"Sebagai bentuk keprihatinan, kami memberikan bantuan untuk dapur umum Rp.10juta,- tandas Ono Surono.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha mengatakan, bahwa pihaknya telah berupaya memanggil PT KAI terkait penggusuran rumah warga Jalan Anyer Dalam.

Baca Juga: Penggusuran Rumah Deret Tamansari, Warga Hadang Satpol PP

Namun, menurut dia, selama ini PT KAI tak kooperatif dan tak pernah memenuhi undangan.

Selain itu, Achmad Nugraha meminta agar PT KAI memberikan uang kerahiman atau ganti untung yang layak kepada warga.

"Uang kerahiman ini tentu harus layak sehingga dapat digunakan untuk mencari tempat tinggal. Setidaknya sebagai warga negara mendapatkan perlindungan dari Pemkot," pungkasnya.*** (Okky Adiana)

 
 


Editor : inilahkoran