Vaksin Dosis Pertama di Kota Bandung Lampaui 100 Persen
Cakupan pemberian vaksin dosis pertama Kota Bandung sudah mencapai 100 persen. Bahkan, per 19 Desember capaian vaksinasi melebihi target.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Cakupan pemberian vaksin dosis pertama Kota Bandung sudah mencapai 100 persen. Bahkan, per 19 Desember 2021 capaian vaksinasi melebihi target.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, guna menciptakan kekebalan kelompok itu minimal harus bisa memberikan vaksin dosis pertama Kota Bandung sebanyak 1.952.358 orang. Angka tersebut standar minimal cakupan sebesar 70 persen dari total jumlah penduduk di Kota Bandung.
Dari data laporan terakhir pada Minggu 19 Desember 2021, vaksin dosis pertama Kota Bandung sudah mencapai 1.956.190 orang. Sementara, dosis kedua sebanyak 1.732.031 orang.
Baca Juga: Hasil Studi: Vaksin Ini Lebih Tangguh Lawan Varian Omicron Ketimbang Moderna dan Pfizer
"Untuk vaksin dosis pertama Kota Bandung, kita sudah melebihi target atau total sudah 100,20 persen. Untuk vaksin dosis kedua sudah mencapai 88,70 persen," kata Ema, Senin 20 Desember 2021.
Menurutnya, capaian ini sudah sangat baik mengingat Pemkot Bandung terus mengaselerasi agar target 100 persen vaksinasi tercapai pada Desember 2021. Sehingga kekebalan kelompok di Kota Bandung dapat secepatnya terbentuk.
Sedangkan, untuk vaksin dosis kedua Ema menuturkan hal ini mengingat adanya masa jeda pemberian vaksin dan harus mencocokan terkait jadwal penyuntikan vaksin.
Baca Juga: Hingga Akhir Tahun 2021 Ini 6,6 Juta Anak Sudah Dapat Vaksin, Menteri PMK Optimis Penuhi Target
"Vaksin tidak ada masalah, tapi mengenai penjadwalan orang yang mungkin pada saatnya vaksin bisa saja dalam waktu bersamaan punya agenda lain, itu tidak mudah. Tinggal dibantu saja bahwa ini prioritas atau tidak," ucapnya.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, dari laporan terbaru, kondisi pandemi di Kota Bandung relatif terkenali. Dengan indikator keterisian tempat tidur ada di kisaran lima persen dan positivity rate sebesar 1,2.
Baca Juga: Medio Tahun Depan, Vaksin BUMN Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin Covid-19
Walaupun relatif terkendali, Ema menyatakan, di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti tetap diterapkan sejumlah skema pengetatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
Hal ini guna mengantisipasi agar tidak terjadi gelombang kasus yang melonjak mengingat terdeteksinya varian baru Covid-19. (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


