Jelang Pemilu 2024, KPU KBB Catat 1,2 Juta Pemilih Hingga Desember 2021

Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sebanyak 1.210.600 orang secara resmi tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB

Jelang Pemilu 2024, KPU KBB Catat 1,2 Juta Pemilih Hingga Desember 2021
ilustrasi pemilu

INILAHKORAN-Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sebanyak 1.210.600 orang secara resmi tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ketua KPU KBB, Adie Saputro mengatakan, jumlah tersebut merupakan warga sipil yang memperoleh hak pilih karena usianya sudah lebih dari 17 tahun, sudah pernah menikah, dan merupakan pemilih pensiunan dari TNI/Polri.

"Hingga Desember 2021 jumlah pemilih yang tersebar di 16 kecamatan dan 165 desa di KBB ada 1.210.600," katanya, Selasa 28 Desember 2021.

Baca Juga: Pemkot Bandung Wacanakan Penggunaan Insinerator di TPS

Ia menjelaskan, angka tersebut diperoleh dari Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) triwulan empat 2021 sekaligus menutup pencatatan DPB pada tahun ini.

"Jumlah pemilih itu terdiri dari  609.700 pemilih laki-laki dan sebanyak 600.900 pemilih perempuan," jelasnya.

Bagi masyarakat pemilih, terang dia, bisa mengakses laman lindungihakmu.kpu.go.id untuk meyakinkan ketercatatannya sebagai pemilih.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2022, Hasil Pertanian Jagung di Ngamprah Meningkat

Menurutnya, hal itu merupakan laman pengakses data resmi yang telah disediakan KPU RI.

“Data dihasilkan dari masukkan masyarakat juga intansi terkait lainnya. Termasuk hasil koordinasi KPU langsung dengan aparatur desa penyelenggara Pilkades Serentak 2021,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Partai Demokrat, Aos Firdaus menyampaikan penghargaannya terhadap kinerja KPU KBB yang mampu menghasilkan DPB dengan baik dan tepat waktu.

Baca Juga: Istri Bupati Banjarnegara Nonaktif Akan Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus Korupsi Budhi Sarwono

Ia menilai, hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras KPU dalam mengolah data yang akurat dalam satu tahun terakhir ini dan dibutuhkan parpol sebagai acuan.

“DPB ini bukan hal yang mudah, karena dihasilkan sesuai dengan keadaan riil masyarakat pemilih saat ini," ujarnya. (agus satia negara)***


Editor : inilahkoran