Protes Keras HUT KBB Bukan 19 Juni, Tokoh Pemekaran Ungkap Kebenarannya

Protes keras dilayangkan sejumlah tokoh pemekaran yang juga pelaku sejarah terbentuknya Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai daerah otonomi

Protes Keras HUT KBB Bukan 19 Juni, Tokoh Pemekaran Ungkap Kebenarannya
kantor bupati bandung barat
INILAHKORAN- Protes keras dilayangkan sejumlah tokoh pemekaran yang juga pelaku sejarah terbentuknya Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai daerah otonomi.
 
Protes tersebut dilakukan lantaran pada 2 Januari merupakan momentum sakral sebagai hari terbentuknya Kabupaten Bandung Barat.
 
Salah satu tokoh pendiri KBB yang juga Dewan Penasehat Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Panji Tirtayasa mengatakan, hari jadi KBB bukan tanggal 19 Juni yang selama ini selalu diperingati sebagai HUT KBB. 
 
 
"Hari lahirnya KBB itu Tanggal 2 Januari 2007, bukan 19 Juni 2007. Acuannya adalah lahirnya UU No 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat," katanya Selasa 4 Januari 2022.
 
Bercermin dari hal tersebut, ia bersama tokoh pemekaran dan para pelaku sejarah yang tergabung dalam P4KBB melakukan inisiatif memperingati Hari Lahir UU 12 Tahun 2007 yang jatuh tanggal 2 Januari. 
 
"Itu sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah para pejuang pemekaran yang sebagain di antaranya sudah meninggal dunia," ujarnya.
 
 
Menurutnya, sebuah kekeliruan besar ketika Pemda KBB memperingati HUT KBB setiap tanggal 19 Juni. Sebab tanggal itu adalah hari terbentuknya pemerintah di KBB, yang saat itu Pjs Bupati Tjatja Kuswara dilantik. 
 
Sementara, sambung dia, terbentuknya atau lahirnya KBB berdasarkan UU No 12 Tahun 2007 adalah di 2 Januari.
 
"Analoginya seperti ini, kalau kita punya anak maka ulang tahunnya pada saat anak itu dilahirkan sesuai dengan akta kelahiran, bukan pada saat tanggal dimana anak tersebut dikhitan," tuturnya.
 
 
"Makanya saya sarankan ke eksekutif dan legislatif di KBB akan mengembalikan fakta sejarah, bahwa HUT KBB adalah 2 Januari bukan 19 Juni," sambungnya.
 
Ia menyebut, sejak Pemda KBB berdiri jadi daerah otonomi terpisah dari Kabupaten Bandung, sudah pernah memperingati HUT KBB setiap tanggal 2 Januari selama tiga tahun. 
 
"Tapi karena ditetapkannya Perda Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Hari Jadi KBB, sebagai pengganti Perda Nomor 5 Tahun 2008, maka tanggal 19 Juni ditetapkan sebagai Hari Jadi KBB," sebutnya.
 
 
Ia menjelaskan, selama ini ada alasan kalau HUT KBB diperingati 2 Januari anggaran belum turun, itu kan sangat tidak rasional dan relevan. 
 
"Mengesampingkan fakta sejarah yang dibangun secara berdarah-darah hanya karena soal anggaran pemda belum turun," keluhnya. 
 
Tokoh pendiri KBB lainnya Syahbandar menegaskan, dirinya termasuk yang pertama kali menentang keras perubahan HUT KBB dari 2 Januari ke 19 Juni. 
 
 
"Hal itu bahkan langsung diutarakan ke Bupati Bandung Barat Abubakar saat masih kantor Pemda KBB mengontrak di Prodomo," tegasnya.
 
Namun, sambung dia, rupanya eksekutif dan legislatif di KBB tetap bersepakat menggeser HUT KBB ke tanggal 19 Juni. 
 
"Ini kan sejarah yang dilupakan, jangan sampai anak cucu dan generasi mendatang di KBB salah menafsirkan hari lahir KBB," ujarnya.
 
 
"Kasihan para tokoh pemekaran, hargai mereka yang sudah berjuang, walaupun hingga 15 tahun KBB berdiri kami belum melihat keberhasilan secara fundamental apa yang menjadi cita-cita pemekaran," tukasnya. (agus satia negara)***
 
 


Editor : inilahkoran