Perusahaan E-commerce Edukasi Kader PKK Berbelanja Online Cerdas

Sebanyak 300 kader tim penggerak PKK Kecamatan Batununggal, Kota Bandung mengikuti sosialiasi cerdas berbelanja online

Perusahaan E-commerce Edukasi Kader PKK Berbelanja Online Cerdas
Para kader PKK di Kota Bandung mengikuti sosialisasi berbelannja online.


INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 300 kader tim penggerak PKK Kecamatan Batununggal, Kota Bandung mengikuti sosialiasi cerdas berbelanja online yang diinisiasi salah satu perusahaan e-commerce JD.ID.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman kader PKK saat berbelanja secara daring melalui aplikasi tersebut.

Camat Batununggal Tarya mengatakan, kegiatan edukasi berbelanja secara daring perlu ada pada masa kini. Menurut dia, masyarakat perlu betul-betul mengetahui perusahaan e-commerce yang terpercaya.

Baca Juga: Pemkab Cianjur Sulap Eks Bioskop Jadi Pemasaran Produk UMKM

"Banyak aplikasi e-commerce. Penggunanya, termasuk yang ada di wilayah Batununggal juga cukup banyak. Hanya, tidak semua aplikasi e-commerce menjamin kualitas produk yang terpampang. Masyarakat perlu cerdas memilih perusahaan e-commerce yang dapat menjamin kualitas produk, juga tepercaya," kata Tarya di Kantor Kecamatan Batununggal, Jumat 21 Januari 2022.

Menurut Tarya, berbelanja secara online bermanfaat di tengah pandemi Covid-19 . Hal itu merupakan bagian upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Tarya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan. Selain beroleh pemahaman, peserta sosialisasi memperoleh bantuan paket sembako, terdiri atas satu liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir, dan empat bungkus mie instan.

Baca Juga: Tagar 'Sunda Tanpa PDIP' Trending Twitter, Sekjen PDIP Sebut Itu hal Biasa

Market Manajer JD.ID Rissa Mariyani mengatakan, pemilihan kader PKK sebagai sasaran peserta sosialisasi berlandaskan perannya di masyarakat, maupun rumah tangga. Dia berpandangan, ibu memegang keputusan belanja pada keluarga masing-masing.

"Mengingat hal itu, kita ingin menambah pemahaman ibu-ibu kader PKK atas keberadaan teknologi e-commerce. Ibu-ibu perlu mengetahui cara bertransaksi yang benar. Di antaranya teliti membaca deskripsi, menghindari bertransaksi di luar platform," kata Rissa.

Rissa menyebut, pihaknya sempat mengadakan survei. Hasilnya menunjukkan belum cukup banyak masyarakat memanfaatkan teknologi dalam berbelanja. Melalui sosialisasi ini juga, pihaknya turut membantu pemerintah dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19. (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran