PVMBG Tetapkan 3 Titik Calon Lahan Relokasi Warga Korban Bencana Kampung Giri Awas Pangalengan

Akhirnya, PVMBG telah tentukan 3 titik calon lahan relokasi untuk warga korban bencana Kampung Giri Awas Pangalengan.

PVMBG Tetapkan 3 Titik Calon Lahan Relokasi Warga Korban Bencana Kampung Giri Awas Pangalengan
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkap PVMBG telah tentukan 3 titik calon lahan relokasi untuk warga korban bencana di Kampung Giri Awas Pangalengan.

INILAHKORAN, Bandung- Akhirnya, PVMBG (Pusat Vulcanologi Mitigasi Bencana Geologi) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan 3 titik lahan relokasi warga korban bencana di Kampung Giri Awas Pangalengan.

Relokasi 22 rumah yang dihuni oleh 25 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Giri Awas RT 03 RW 14 Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan, itu akan dilakukan berdasarkan kesiapan warga.

"Draf hasil kajian untuk calon lokasi relokasi sudah kami terima kemarin. Nah sekarang tinggal bagaimana pihak desa dan kecamatan mensosialisasikan dan meyakinkan warga agar mau ditempatkan di lahan calon relokasi hasil kajian yang telah dinyatakan aman oleh PVMBG itu," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di Komplek Pemkab Bandung, Soreang Kamis 3 Februari 2022.

Baca Juga: Jangan Remehkan Omicron! dr Erlina Burhan: Gejala Ringan Tak Berlaku untuk Lansia

Dikatakan Dadang Supriatna, calon lokasi untuk relokasi tersebut, yang pertama berada di Desa Margaluyu Afdeling Wetan dan di Desa Wanasari Sektor 14.

Kedua lokasi tersebut, berjarak sekitar 5 hingga 7 kilo meter dari lokasi pergerakan tanah (pemukiman warga yang lama).

Kemudian, calon lokasi ketiga adalah disekitar pemukiman aktif pekerja perkebunan PTPN VIII Pasirmalang dan berjarak sekitar 1 kilo meter dari objek wisata Situ Cileunca. Kebutuhan lahan untuk 22 rumah tersebut, sekitar 1500 meter persegi.

Baca Juga: Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Ini Cara Bayarnya Menurut Ustadz Abdul Somad

"Memang ada beberapa pilihan calon lokasi yang diinginkan oleh warga. Namun ternyata tidak bisa digunakan untuk pemukiman, kemudian ada juga lahan yang direkomendasikan oleh pihak perkebunan tapi warganya enggak mau. Nah sekarang sudah ada hasil kajian dari PVMBG untuk lokasi yang aman untuk dijadikan lahan hunian dan ketiga lokasi calon itu juga sama lahan milik PTPN VIII Pasirmalang," ujarnya.

Dadang melanjutkan, dengan telah adanya hasil kajian PVMBG itu, ia mempersilahkan warga yang akan direlokasi bermusyawarah untuk menentukan lokasi mana yang akan dijadikan tempat relokasi.

Karena jangan sampai ketika telah ditetapkan muncul penolakan dari masyarakat itu sendiri.

Baca Juga: Heboh Ceramah Oki Setiana Dewi Dikritik Netizen, Gus Nadir Angkat Bicara: KDRT Harus Lapor Polisi!

"Jadi silakan warga musyawarah dengan pemerintah desa dan kecamatan. Nah kalau sudah disepakati, kami tinggal mengajukan permohonan kepada pihak PTPN VIII. Nah kalau sudah disetujui oleh pemilik lahan, kami dari Pemkab Bandung siap memberikan bantuan untuk pembangunan rumah hingga bantuan logistik selama pembangunan," katanya.

Disinggung soal tak dikeluarkannya starus tanggap darurat, Dadang, menjelaskan jika penetapan status tanggap darurat tersebut tidak bisa ditetapkan beradasarkan hasil rapat koordinasi dan ada persetujuan dari berbagai pihak.

Padahal warga membutuhkan segera pertolongan. Tak hanya itu saja, untuk menentukan status suatu keadaan juga harus berdasarkan hasil kajian.

Baca Juga: Kuasa Hukum Doddy Sudrajat Minta Pihak Luar Tak Ikut Campur Masalah Kliennya dengan Haji Faisal

Sayangnya, saat ini kondisi lima desa di Kecamatan Pangalengan itu telah lebih dulu ditetapkan status tanggap darurat. Sehingga, pihaknya lebih dulu mengungsikan warga yang keselamatam jiwanya terancam.

"Bencana di Desa Sukaluyu itu terjadi disaat telah menetapkan status tanggap darurat untuk lima desa yang lain. Nah saat kejadian hingga hari ini sudah masuk masa transisi kepada status pemulihan, namun demikian kami tetap memberikan dukungan logistik, tenda, tempat tidur dan sanitasi secara maskimal. Mengenai adanya beberapa kekurangan seperti toilet portable yang kelengkapannya tidak ada itu terjadi karena kesalahpahaman saja dan itu terus kami dorong untuk segera diselesaikan," katanya.

Baca Juga: 7 Golongan Ini Mati dalam Keadaan Syahid, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Allah Ridhoi!

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Giri Awas RT 03 RW 14 Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung yang sejak sekitar 10 hari berada dipengungsian membutuhkan bantuan makanan, tambahan tenda dan juga MCK portable.

Mereka juga menunggu kepastian kapan akan direlokasi ke tempat yang telah dijanjikan pemerintah.***(rd dani r nugraha).

 


Editor : inilahkoran