Siapa Calon Wakil Bupati Bandung Barat Pendamping Hengky Kurniawan? Koalisi Akur Nunggu Aa Umbara

Rencana pengisian kursi Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.

Siapa Calon Wakil Bupati Bandung Barat Pendamping Hengky Kurniawan? Koalisi Akur Nunggu Aa Umbara
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan



INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana pengisian kursi Wakil Bupati Bandung Barat kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.

Pasalnya, seluruh partai koalisi pendukung pasangan Aa Umbara-Hengky Kurniawan (Akur) kini tengah gencar melakukan komunikasi terkait siapa sosok yang cocok untuk mengisi kursi Wakil Bupati Bandung Barat tersebut.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nevi Hendri mengaku, pihaknya terus melakukan komunikasi secara bilateral dengan sejumlah partai koalisi Akur  terkait kursi Wakil Bupati Bandung Barat pendamping Hengky Kurniawan, kendati belum resmi secara resmi dibahas di internal koalisi.

"Kalau rapat internal koalisi memang belum, tapi ngobrol bilateral dengan beberapa anggota partai koalisi selalu dilakukan," ujarnya.

Baca Juga: Hengky Kurniawan: Jangan Sampai Ramadan Tidak Boleh Mudik karena Naiknya Kasus Covid 19 di KBB, Pusing!

Ia menilai, pembahasan terkait pengisian kursi Wabup KBB tersebut tetap harus menunggu secara resmi proses hukum Aa Umbara Sutisna hingga statusnya berkekuatan hukum tetap atau Inkrah dari pengadilan.

"Terlebih proses hukum Bupati Bandung Barat non aktif, Aa Umbara kini berlanjut ke tingkat kasasi," ujarnya.

Ia mengaku, komunikasi politik yang dibangun partai koalisi juga masih bersifat nonformal.

Baca Juga: Hore, Hengky Kurniawan Naikan Tunjangan Kinerja Kepala Sekolah di KBB

"Kami juga belum mau buru-buru mengungkap ke publik siapa nama kader mereka yang bakal diusulkan mengisi jabatan Wakil Bupati KBB," sambungnya.

"Proses kasasi ini cukup panjang minimal dua bulan. Sehingga masa jabatan wakil bupati juga harus dipertimbangkan oleh internal koalisi, apakah memungkinkan atau tidak," tuturnya. *** (agus satia negara) 

 
 


Editor : inilahkoran