DPRD Kota Bandung Dorong PTMT 100 Persen DIhentikan Sementara
Ketua DPRD Kota bandung Tedy Rusmawan mendorong agar PTMT 100 persen di Kota Bandung untuk dihentikan sementara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kasus harian Covid-19 terus meningkat. Salah satu elemen yang sangat penting adalah pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 100 persen.
Melihat hal ini, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mendorong PTMT 100 persen untuk sementara waktu dihentikan.
"Karena kasus harian kita meningkat, atau jika perlu diberhentikan (PTMT 100 persen) untuk 14 hari kedepan," kata Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, Selasa 15 Februari 2022.
Baca Juga: Apakah Herry Wirawan Akan Dihukum Mati? Nasibnya Ditentukan Majelis Hari Ini
Menurut dia, kasus Covid-19 di Kota Bandung menjadi perhatian khusus bagi semua elemen. Beberapa pakar juga sudah menyampaikan pada Februari pertengahan hingga akhir ini, akan menjadi puncaknya.
Pemetintah harus betul-betul mengantisipasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, sehingga dibutuhkan upaya yang signifikan dalam menekan hal tersebut.
"Kami khawatir, karena mulai banyak bermunculan kasus Covid-19 dari sekolah. Ditambah dari kluster rumah dan juga kantor. Kita melihat banyak dari interaksi di sekolah-sekolah ini, agar PTMT untuk kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," paparnya.
Baca Juga: Selamat dari Amukan Ombak Pantai Payangan, Pemimpin Ritual Maut Belum Bisa Dimintai Keterangan
Selain itu, dia pun menyoroti akan kepatuhan masyarakat yang mengikuti protokol kesehatan dan memakai masker yang mulai menurun. Sehingga perlu kembali diingatkan, terutama di fasilitas umum seperti pasar tradisional dan lain sebagainya.
Disinggung terkait kurang maksimalnya pendidikan dengan metode PJJ, lanjutnya, menurutnya yang menjadi prioritas saat ini yakni kesehatan dari anak-anak sekolah. Dengan harapan, kasus-kasus Covid-19 di sekolah kembali menurun.
"Tentunya ini dengan banyak pertimbangan karena kasus harian yang meninggi, untuk sektor ekonomu hati-hati. Namun untuk sektor pendidikan, ini juga demi anak-anak kita, maka mau tidak mau PTMT dipertimbangkan kembali," ucapnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


