Urai Kemacetan di Kawasan Arjuna, Pemkot Bakal Bangun Flyover

Pemkot Bandung merencanakan membangun flyover yang nantinya akan menyambungkan Jalan Supadio dan Jalan Ciroyom.

Urai Kemacetan di Kawasan Arjuna, Pemkot Bakal Bangun Flyover
Pemkot Bandung berencana membangun flyover untuk mengurai kemacetan di kawasan Arjuna.

 

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merencanakan membangun flyover yang nantinya akan menyambungkan Jalan Supadio dan Jalan Ciroyom.

Rencananya flyover tersebut dibangun untuk mengatasi potensi masalah kemacetan di kawasan yang berada di sekitar Jalan Arjuna Kota Bandung.

"Untuk mengantisipasi kemacetan, maka perlu ada jalur konektifitas menuju Kota Bandung. Di antaranya, perlu dibuatkan flyover yang melintas di Jalan Arjuna mulai dari jalan Supadio kemudian melingkar ke sebelah Selatan menuju Jalan Ciroyom. Ini panjangnya 700 meter bentuknya kaya huruf L kalau dilihat dari gambar," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Selasa 15 Februari 2022.

Baca Juga: KPU KBB Berharap Pemerintah dan Stakeholder Bersinergi Saat Pemilu Serentak

Selain mengurai kemacetan, dituturkan Ema Sumarna bahwa pembangunan flyover dinilai menjadi solusi bagi masalah lain jelang ujicoba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada November mendatang. Sebab informasi yang diterima, stasiun pemberhentian kereta baru sampai Padalarang

Lantarannya, Pemkot Bandung saat ini terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar agar tidak mempersulit proses pembangunan flyover seperti pembebasan lahan dan kepentingan lainnya. Menurut dia, bangunan yang ada saat ini mayoritas berdiri di atas lahan pemerintah kota.

"Tentunya kita melihat eksisting di lapangan, bahwa banyak aset-aset yang saat ini eksisting di lapangan. Disini ada aktifitas ekonomi masyarakat walau pun setelah kita tanyakan, ini sebetulnya semua yang ada di jalanan Arjuna, berdiri dilahan pemerintah kota bukan pribadi," ucapnya.

Baca Juga: BP Jamsostek Layani Manfaat JKP

Ema Sumarna menjelaskan, pembangunan flyover yang membutuhkan lahan seluas 10.000 meter persegi ini nantinya akan menggunakan pembiayaan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Pekeretaapian dan direncanakan rampung pada tahun 2023 mendatang.

"Pembangunan fisik di tahun ini. Makanya sekarang kita optimal nih bagaimana komunikasi dengan masyarakat nya berjalan dengan baik. Artinya tahun ini sudah mulai berjalan, DED nya sudah tuntas. Karena ini, nantinya beriringan yang tadi saya dengar, bahwa uji coba KCJB November 2022 kereta api itu sudah berjalan," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran