Dalam Kurun Tiga Hari, BPBD Catat 14 Kejadian Bencana di KBB
Dalam kurun tiga hari BPBD KBB mencatat sudah terjadi sebanyak 14 kejadian bencana alam baik longsor atau banjir di KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengingatkan warga untuk tetap waspada dan tetap siaga terhadap intensitas curah hujang yang tinggi dalam beberapa ahri terakhir .
Berdasarkan data rekapitulasi kejadian bencana periode 15-18 Februari 2022, BPBD KBB mencatat terjadi 14 kejadian bencana mulai dari tanah longsor, banjir, angin puting beliung hingga rumah ambruk.
Kalak BPBD KBB, Duddy Prabowo menyebut, pihaknya telah merinci 14 kejadian bencana tersebut, mulai dari tanah longsor sebanyak enam kali, banjir lima kali kejadian, angin puting beliung dua kali kejadian dan rumah ambruk satu kali kejadian.
Baca Juga: Tertipu Kavling Murah, Warga Cirebon Laporkan Developer PT AZN ke Polisi
"Di Kecamatan Ngamprah, tepatnya di Kampung Cikawati RT01/RW04 Desa Pakuhaji, pada 15 Februari 2022 satu rumah mengalami rusak ringan," katanya saat dihubungi.
Masih pada hari yang sama, lanjut dia, di Kampung Simpati RT04/RW05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, sebanyak tiga rumah warga terendam.
"Di Kampung Ciharahas RT04 dan RT05/RW04 Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, banjir merendam 20 rumah," ujarnya.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Garut Kembali Bertambah, Kini Menembus Angka 1.441 Kasus
Berlanjut di Kampung Andir RT13/RW 2 Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, sebanyak empat rumah warga mengalami rusak berat. Sementara, di Kampung Caringin RT01/RW01 Desa Margajaya ada dua rumah dan satu mesjid yang terendam.
"Ada juga di Kampung Permata RT07/RW05 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, sebanyak delapan rumah terendam banjir dan di Kampung Rawa Tengah RT02/RW07, Desa Tanimulya satu rumah rusak sedang," jelasnya.
Adapun di wilayah selatan, tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, ada sekitar delapan kampung yang terdampak banjir dan longsor.
"Bencana di wilayah selatan ini terjadi pada 16 Februari 2022, sekitar pukul 18.00 WIB - 21.00 WIB," ujarnya.
Sementara, lanjut dia, untuk di Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu, ada dua kampung yang terdampak banjir lantaran intensitas curah hujan yang tinggi disertai dengan tanah labil.
"Itu di Kampung Sodong RT03/RW06 terjadi longsor yang memutus jalan penghubung antara Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Cipongkor. Sedangkan di Kampung Sengked RT03/RW07 itu ada satu rumah yang terancam longsor dan satu jalan gang penghubung antar RT," bebernya.
Baca Juga: Polri Bentuk Tim Satgas Pangan, Pelaku Usaha Yang Menimbun Bisa Dipidana 5 Tahun
Selanjutnya, pada 17 Februari 2022, di Kampung Bojong RT02/RW01, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, dua rumah juga mengalami rusal ringan lantaran diterjang angin puting beliung.
"Lalu ada tiga kampung di Kecamatan Cikalongwetan yang terancam tanah longsor dan angin puting beliung, antara lain di Kampung Cipare, Desa Cipada, Kampung Lembang, Desa Cipada," sebutnya.
Terakhir pada 18 Februari 2022, tambah dia, di Desa Batulayang dan Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dua desa tersebut terancam tanah longsor.
"Ada di Kampung Pasir Nangka RT01/RW15 dua rumah terancam longsor, Kampung Cipeteuy RT03/RW04 dan Kampung Ciseusep RT03/RW03 ada satu rumah yang terancam longsor," ujarnya.
Ia mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dan tindakan guna membantu masyarakat yang menjadi korban bencana dengan menurunkan bantuan dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
"Kami pun telah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada ketika hujan dengan intensitas tinggi serta ancaman potensi bencana," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


