INILAHKORAN, Ngamprah - Bagi sebagian besar warga di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mungkin sudah tidak asing lagi dengan salah satu objek wisata yang dikenal dengan Sanghyang Kenit.
Berlokasi di Kampung Cisameng Cipanas, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sanghyang Kenit merupakan sebuah destinasi wisata alam yang memadukan aliran Sungai Citarum dan bebatuan stalaktit yang membentuk sebuah gua.
Hamparan bebatuan dan derasnya aliran sungai di Sanghyang Kenit menjadi penawar dari kepenatan setelah menempuh waktu satu setengah jam dari pusat Kota Bandung.
Tak hanya sebagai ajang untuk wisata, di lokasi Sanghyang Kenit kerap dijadikan tempat untuk foto sebelum pernikahan, video klip, bahkan menjadi wisata yang menantang adrenalin menjelajahi gua dan berarung jeram.
Akses jalan menuju Sanghyang Kenit tidak sulit untuk ditemukan dan aksesnya pun sudah mumpuni, dapat dilalui bus dengan parkiran yang cukup luas. Setidaknya mampu menampung hingga seratus kendaraan.
Tak jauh dari parkiran, lokasi yang dituju pun sudah di depan mata. Pengunjung cukup berjalan beberapa menit saja.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanghyang Kenit Dodi Angsapibi mengatakan, Sanghyang Kenit ini merupakan aliran sungai Citarum Purba yang merupakan salah satu lokasi yang berada di DAS Citarum dan masuk dalam program Citarum Harum.
"Untuk aliran sungai ini hulunya berada di Cisanti Kabupaten Bandung kemudian sampai ke Waduk Cirata," katanya.
Menurut cerita, sambung dia, Sanghyang Kenit sendiri merupakan lokasi peninggalan para dewa dan merupakan tempat sakral yang tak kasat mata.
"Sang merupakan kata sandang dipergunakan untuk menghargai para leluhur jaman dahulu sedangkan Hyang merupakan kata Sunda itu artinya menyepi kalau sekarang itu dikenal dengan semedi," tuturnya.
Sementara, lanjut dia, untuk istilah atau kata 'Kenit' masyarakat di sini percaya bahwa itu kambing warna hitam yang mempunyai sabuk warna putih melingkar.
"Itu domba kenit katanya begitu, yang dulu disembelih di lokasi Sanghyang ini. Jadilah Sanghyang Kenit,” ucapnya. *** (agus satia negara).