Banyak Dikunjungi Atlet Arung Jeram, Ini Daya Tarik Wisata Alam Shanghyang Kenit

Potensi atraksi yang ada di Sanghyang Kenit menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terlebih wisata arum jeramnya

Banyak Dikunjungi Atlet Arung Jeram, Ini Daya Tarik  Wisata Alam Shanghyang Kenit
Wisata alam Sanghyang kenit KBB banyak dikunjunngi para atlet arum jeram,

INILAHKORAN, Ngamprah - Potensi objek wisata Sanghyang Kenit yang berada di Kampung Cisameng Cipanas, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB) memang sudah tak bisa diragukan lagi.

Selain potensi alamnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat KBB untuk keperluan sehari-hari, potensi atraksi yang ada di Sanghyang Kenit pun nyatanya mampu memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanghyang Kenit Dodi Angsapibi mengatakan, banyak potensi atraksi di Sanghyang Kenit yang dapat dinimati pengunjung.

"Aliran sungai di Sanghyang Kenit ini dibelokkan oleh PLTA. Jadi disini bisa dibuka oleh umum tidak bahaya, sebelum dibelokin sangat ekstrim kecuali penggiat arung jeram dan pecinta alam hanya orang-orang tertentu,” katanya.

Baca Juga: Berkat Operasi Lodaya, Suhaeni Girang Motor Beat yang Hilang Dicuri Telah Kembali

Ia menuturkan, para pengunjung bisa melakukan arung jeram di sana dengan memanfaatkan jasa beberapa operator arung jeram, seperti Kapinis dan Air Nusantara.

Ia menyebut, di kawasan tersebut juga menjadi pemusatan atlet arung jeram juga ada atlet Kabupaten Cianjur, atlet Kabupaten Kabupaten Bandung Barat lantaran di sini juga dipakai tempat latihan para atlet-atlet arung jeram tersebut.

"Kebetulan atlet-atlet Kapinis sudah beberapa kali jaura dunia seperti Jepang, Australia, dan Ceko,” sebutnya.

Bagi masyarakat yang ingin berarung jeram, lanjut dia, biaya perorangnya dikenakan Rp150 ribu sudah termasuk transportasi di lapangan dan makan dengan minimal 12 peserta.

“Untuk pemula sebelum arung jeram dimulai nanti ada pembelajaran terlebih dahulu bagaimana teknik yang benar dan didampingi oleh pemandu yang sudah profesional,” ujarnya.

Baca Juga: Gegara Kasus Abdul Gafur Masud, Makin Banyak Direktur Perusahaan di Penajam Paser Utara Dipanggil KPK

Selain arung jeram, sambung dia, pengunjung dapat menikmati wisata susur goa dengan berjalan dan mendokumentasikan stalaktit yang ada di dalam gua.

“Memang yang ada di Kabupaten Bandung Barat ini merupakan gua yang terpanjang. Gua ini tembus ke Sanghyang Tikoro," tambahnya.

Ia menyebut, jarak untuk susur goa dari Sanghyang Kenit sampai Sanghyang Tikoro sekitar 600 meter dengan durasi perjalanan sekitar 1 jam.

"Tapi kadang yang lama itu saat pengambilan dokumentasi karena batunya itu bagus-bagus seperti kristal yang menyala-nyala,” sebutnya.

Kendati demikian, lanjut dia, untuk bisa melakukan susur gua dikenakan tarif lagi untuk keamaan berupa APD, pelampung, helm, dan penerangan sebesar Rp150 ribu dan mendapat makan dengan minimal peserta 5 orang.

Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini yang Membedakan Sanghyang Kenit dengan Sanghyang Lainnya

“Kenapa keamanannya ada pelampung, karena rute dari Sanghyang Kenit ke Sanghyang Tikoro ini melewati dua rute yang pertama rute kering yang hanya melewati bebatuan saja untuk sampai ke Sanghyang Tikoro," ujarnya.

"Kemudian dilanjut rute basah yang diwajibkan untuk pelampung karena ketinggian airnya bisa mencapai dada orang dewasa,” pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran