Harga Daging Melonjak, Kadisperindag Sebut di KBB Masih Wajar

Disperindag KBB mengaku meskipun ada kenaikan harga daging di sejumlah pasar tradisional namun masih dalam tahap wajar

Harga Daging Melonjak, Kadisperindag Sebut di KBB Masih Wajar
Kenaikan harga daging di KBB masih dalam tahap wajar walaupun ada kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan harga daging masih dalam tahap wajar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) KBB, Ricky Riyadi. Ia menyebut, harga daging di sejumlah pasar di KBB masih berkisar Rp120 ribu hingga Rp126 ribu.

"Dibilang normal juga tidak, tapi kenaikannya (harga daging) masih dianggap wajar," katanya saat ditemui, Rabu 8 Maret 2022.

Baca Juga: Yana Mulyana : Suporter Boleh Masuk Stadion, Asalkan...

Kendati demikian, jelas dia, jika dibandingkan dengan harga daging di sejumlah daerah lainnya sudah berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 160 ribu.

"Saya kira di KBB masih wajar," imbuhnya.

Ia berharap, jelan bulan suci Ramadan harga daging masih bisa tetap bertahan.

"Bahkan, hingga jelang akhir Idulfitri juga bisa tetap sama," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya memastikan ketersediaan daging bisa tetap aman.

"Insyaallah ketersediaan daging di sejumlah wilayah di KBB masih cukup," pungkasnya.

Baca Juga: Sembari Beri Santunan, Ratusan Mahasantri se-Jawa Barat Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo Jadi Presiden  

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi menuturkan kenaikan harga daging sapi di dalam negeri lantaran pasokan impor dari Australia berkurang.

"Kebutuhan sapi siap potong di tiga provinsi, yaitu Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, 93 persen di antaranya dari Australia. Hanya 7 persen dari sapi lokal," ungkapnya.

Sementara, ia melanjutkan pasokan sapi dari Australia berkurang karena pengurangan kapasitas ekspor di Negeri Kanguru, yaitu dari 80 persen menjadi hanya 44 persen.

Baca Juga: Pembacok Kiai Farid Ashr Wadaher Indramayu Ditangkap, ini Dia Kronologisnya

Alasannya, produksi sapi di Australia belum pulih 100 persen. Pertumbuhan sapi belum normal seperti biasanya. Tak heran, harga daging sapi di beberapa wilayah jadi lebih mahal.

Harga daging sapi melonjak menjadi Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram (kg) beberapa waktu belakangan. Padahal, normalnya harga daging sapi dipatok Rp120 ribu per kg.*** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran