Ramadan Tahun Ini. Pemkab KBB Perbolehkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Mengikuti kebijakan pemerintah pusat Pemkab KBB kini perbolehkan semua warganya untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah

Ramadan Tahun Ini. Pemkab KBB Perbolehkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut memperbolehkan kegiatan tarawih berjamaah serta mudik di bulan Ramadan 1443 H.

INILAHKORAN, Ngamprah - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kini memberikan kelonggaran sejumlah aturan pembatasan kegiatan masyarakat saat bulan suci Ramadan 1443 H. Salah satunya dengan memperbolehkan salat tarawih berjamaah di masjid.

Menyambut berita baik tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut memperbolehkan kegiatan tarawih berjamaah serta mudik di bulan Ramadan 1443 H.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menilai, kebijakan diperbolehkannya salat tarawih berjamaah tersebut bisa menjadi obat rindu bagi masyarakat selama pandemi yang menunda mudik atas arahan pemerintah pusat.

Baca Juga: Disebut Teknik Marketing, Ini Jawaban Mbak Rara Saat Jadi Pawang Hujan di MotoGP 2022 Mandalika

"Selama kurang lebih dua tahun masyarakat diminta untuk tidak mudik lantaran pandemi Covid-19 lagi tinggi-tingginya. Bahkan saya pun tidak pulang ke Blitar menemui orang tua," katanya, Kamis 24 Maret 2022.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan selama bulan suci Ramadan yang mulai diperbolehkan oleh pemerintah pusat tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Seperti halnya masyarakat yang hendak melakukan mudik salahsatu syaratnya adalah telah melakukan vaksinasi Covid-19 booster atau vaksinasi dosis tiga," jelasnya.

Baca Juga: Sukses One Vilage One CEO, IPB Kini Naikkan Levelnya jadi One Village One Exporter

Ia mengaku, saat ini pihaknya terus melakukan gebyar vaksinasi Covid-19 bersama jajaran Forkopimda KBB guna menggenjot capaian vaksinasi baik dosis satu, dua maupun tiga (booster).

"Hingga saat ini kami pemerintah bersama jajaran TNI dan POLRI terus melakukan vaksinasi sampai mendatangi masyarakat dengan sistem jemput bola. Untuk dosis pertama 95,21 persen, dosis dua 73,24 persen dan booster 8,08 persen," sebutnya.

Kendati demikian, ungkap dia, saat ini pihaknya sempat mangalami kendala melakukan vaksinasi dosis dua dan booster lantaran stok terbatas.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Ustadz Khalid Basalamah: Lebih Baik dari Seribu Bulan

Oleh karenanya, ia pun meminta Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat bisa memenuhi kebutuhan dosis vaksin di wilayahnya.

"Ikhtiar terus kita lakukan, semoga dalam ibadah Ramadan tahun ini ada dalam kelancaran dan lindungan Allah Subahanahu Wa Ta'ala," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran