INILAHKORAN, Ngamprah - Polemik kekosongan kursi ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menemui titik terang.
Pasalnya, KONI KBB mulai memberikan sinyal adanya agenda
Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) akan segera digelar kembali.
Seperti diberitakan sebelumnya, agenda Musorkablub untuk memilih Ketua KONI KBB ini sempat deadlock dan dibatalkan di akhir tahun lalu karena alasan COVID-19 dan bentrok dengan babak kualifikasi Porprov 2022.
Pejabat Sementara (Caretaker) Ketua KONI KBB Agus Salide mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan proses Musorkablub.
"Targetnya bisa cepat digelar agar sebelum lebaran sudah ada terpilih Ketua KONI KBB yang baru," katanya.
Ia mengaku, pasca ditunjuk sebagai caretaker dirinya terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Plt Bupati Bandung Barat.
"Karena salah satu tugas yang diembannya adalah menghantarkan proses Musorkabkub hingga terpilih Ketua KONI KBB definitif," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan arahan dari Plt Bupati Bandung Barat, Musorkablub nanti bisa diikuti oleh banyak calon.
Sehingga, sambung dia, prosesnya bisa berjalan demokratis dan digelar melalui seleksi terbuka, mengingat Ketua KONI KBB harus seorang yang mau mengabdikan diri serta memiliki link kuat dengan pihak swasta.
"Makanya nanti juga akan ada semacam uji kemampuan dan wawasan para kandidat dihadapan panelis, salah satunya Plt Bupati, agar bisa terlihat kemampuan dan wawasan dari masing-masing bakal calon," jelasnya.
Disinggung soal mekanisme aturan dukungan cabor kepada bakal calon yang akan maju, ia menyebut, bakal ada perubahan.
"Salah satunya, jika sebelumnya harus mendapatkan dukungan 20 persen dari total cabor maka nantinya hanya akan sekitar 10 persen," ujarnya.
Sehingga, sambung dia, diharapkan dukungan cabor akan terbagi banyak bakal calon yang ingin ikut kontestasi.
"Prosesnya kembali dimulai dari nol, bakal calon yang sebelumnya gugur bisa ikut lagi dan bagi yang telah lolos juga harus mengikuti proses dari awal. Sebab tidak menutup kemungkinan ada cabor yang mencabut dukungan dan pindah mendukung bakal calon lain," terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, agenda Musorkablub KONI KBB awalnya akan digelar 12 Desember 2021. Namun sempat terjadi polemik soal dukungan cabor sebanyak 20 persen. Akibatnya banyak bakal calon yang tidak "kebagian" dukungan cabor, sehingga tercatat hanya ada tiga bakal calon yang sempat mengembalikan berkas persyaratan administrasi dan dukungan cabor.
"Mereka adalah Wakil Ketua FORKI Jabar, Yakub Anwar Lewi, Mantan Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra, dan tokoh muda sekaligus pegiat anti korupsi Fajar Taufik," tandasnya.*** (agus satia negara).