Status Puskesmas BLUD Pelayanan Belum Maksimal, Dikritisi DPRD Kabupaten Cirebon

Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, menyayangkan pelayanan Puskesmas yang belum maksimal padahal statusnya sudah BLUD

Status Puskesmas BLUD Pelayanan Belum Maksimal, Dikritisi DPRD Kabupaten Cirebon
DPRD Sangat menyangkan belum maksimalnya pelayanan salah satu Puskesmas di Cirebon meskipun sudah berstatus BLUD

INILAHKORAN, Cirebon - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, menyayangkan pelayanan Puskesmas yang belum maksimal. Padahal, Puskesmas di daerahnya sudah kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal itu diketahui berdasarkan hasil sidak Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon ke salah satu Puskesmas yang sudah BLUD namun menjadi keluhan warga.

Pelayanan yang belum maksimal tersebut, karena Puskesmas tidak memiliki obat-obatan tertentu. Sehingga, resep dokter untuk pasien serta obat yang diberikan tidak sesuai.

Baca Juga: Minta 300 Ayat Al-Quran Dihapus, Pendeta Saifudin Ibrahim Resmi Jadi Tersangka

“Kita sidak ke salah satu Puskesmas yang sudah BLUD. Ada keluhan warga, kalau di sana obat-obatan yang diberikannya tidak sesuai dengan penyakit yang diderita. Jadi sakit apapun, yang dikasihkan paracetamol,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina, Rabu 30 Maret 2022.

Atas dasar keluhan warga tersebut lanjutnya, Komisi IV mengecek hasil resep dokter yang diberikan pasien. Kemudian melihat stok obatnya juga. Ternyata, ketika melihat resep dokternya, bukan hanya memberikan paracetamol saja namun tertera obat lainnya.

"Tapi memang, ada beberapa obat yang sudah lama tidak tersedia. Sebut saja misalnya, seperti obat kejang-kejang serta obat untuk penderita ODGJ, tidak ada. Jadi ada obat-obat tertentu yang tidak ada,” ungkapnya.

Baca Juga: Lawan Main Lee Min Ho, Kim Min Ha Menarik Perhatian Penonton untuk Perannya di Drama 'Pachinko'

Siska menyebutkan, saat sidak ternyata Puskesmas mengeluhkan sistem e-katalog. Mereka mengaku kesulitan dengan sistim tersebut. Artinya, belum maksimal upaya pendampingan yang dilakukan. Apalagi saat ini status Puskesmas di Kabupaten Cirebon sudah BLUD.

"Anehkan, sudah BLUD tapi pelayanannya belum maksimal. Ini kan berbahaya kalau obat-obatan yang menjadi kebutuhan masyarakat, tidak tersedia," ungkapnya.

Padahal tambah Siska, Puskesmas tersebut hanya melayani 9 desa di wilayahnya tersebut. Namun kenapa kebutuhan obat tidak bisa terpenuhi. Selidik punya selidik, ternyata pihak puskesmas selama ini merasa kesulitan mendapatkan obat-obatan. Parahnya, hal itu sudah terjadi sebelum status Puskesmas tersebut BLUD.

Baca Juga: Akhirnya Saifuddin Ibrahim Jadi Tersangka, Gara-gara Minta 300 Ayat Al Quran Dihapus

"Ada pengakuan salah satu pegawai, bahwa sejak tahun 2019 memang ada obat-obatan yang tidak ada stok di gudang farmasi. Nanti kami akan cek langsung ke gudang Farmasi Dinkes," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran