IJTI Sangkuriang Kecam Aksi Pemukulan Oknum Polisi Terhadap Wartawan di Sumedang
IJTI Sangkuriang mengecam keras aksi pemulukan oknum polisi terhadap waratawan Metro TV Husni Nursyaf di Sumedang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Kasus pemukulan yang dialami salah seorang jurnalis Metro TV, Husni Nursyaf yang bertugas di Sumedang mengundang simpati dari jurnalis lainnya.
Salah satunya, Ketua IJTI Sangkuriang, Edwan Hadiansyah mengatakan, Husni Nursyaf menjadi korban pemukulan oknum polisi dan mengalami luka lebam di mata kiri hingga harus mendapat perawatan di RSUD Sumedang.
"(IJTI) Sangkuriang Korda Cimahi- Bandung Barat mengencam aksi kekerasan tersebut," katanya.
Baca Juga: Dara Bunga Rembulan Sebut Hari Film Nasional Jadi Momentum Semua Elemen Bersinergi
Ia menuturkan, kronologis kejadian pemukulan Husni jurnalis Metro TV anggota IJTI Suma, saat sedang main bola antara BPBD dengan Polres sumedang di Lapang Ketib.
"Husni bermain untuk tim BPBD. Di menit terakhir pertandingan Husni nekel pemain polres di kotak pinalti. Saat itu sempat clear, namun kembali terjadi kericuhan (belum tahu penyebabnya) tiba-tiba pelaku (anggota satlantas) yang sedang menonton tiba-tiba masuk ke lapangan dan memukul husni," bebernya.
Ia menegaskan, pihaknya mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut aksi pemukulan yang dilakukan oknum Satlantas Polres Sumedang tersebut.
Baca Juga: Sudirman Said Sebut Swakelola SBM ITB Lahirkan Banyak Keunggulan
Ia menyebut, saat ini husni masih dalam penanganan medis di RSUD Sumedang.
"Kami mengecam tindakan kekerasan oknum anggota polisi terhadap jurnalis yang juga bagian dari keluarga kami. Polisi harus mengusut tuntas tanpa memandang bulu," tegasnya.
Ia mengaku, pihaknya menyayangkan arogansi oknum polisi tersebut. Menurutnya, tidak seharusnya aparat negara bertindak arogan, meski bukan dalam proses menjalankan tugas.
"Karena jurnalis juga warga negara yang harus dilindungi, bukan dianiaya," ucapnya.
Baca Juga: Ramadan, Disparbud KBB Bakal Atur Jam Operasional Rumah Makan dan Cafe di Tempat Wisata
Ia menilai, kekerasan terhadap warga negara atau profesi jurnalis sangat disayangkan masih terjadi, apalagi dilakukan oknum aparat negara.
"Kami meminta pihak kepolisian untuk turun tangan mengusut pemukulan terhadap keluarga kami," ujarnya.
Ia menambahkan, arogansi oknum anggota harus menjadi evaluasi pihak kepolisian.
"Karena peristiwa ini terjadi di luar kerja Jurnalistik dan tugas kedinasan kepolisian," tandasnya. (Agus Satia Negara).
Editor : inilahkoran


