Soal Penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, Kemenag KBB Imbau Ormas Islam Saling Menghormati
Kemenag KBB mengimbau semua Ormas Islam agar menghormati keputusan sidang isbat soal penetapan 1 Ramadhan dan Syawal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengimbau seluruh Ormas Islam agar satu pandangan terkait penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1443 H.
Kepala Kemenag KBB, Asep Ismail mengatakan, salah satu dari sekian tugas pokok Kemenag adalah keterkaitan penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.
"Kalau pun nantinya ada perbedaan dalam pelaksanaan dalam hari- nya (Ramadhan dan Syawal), sebagai Kepala Kemenag sudah memberikan imbauan kepada seluruh Ormas Islam," katanya.
Baca Juga: Jangan Kehabisan! Tiket Konser Justin Bieber Masih Bisa Dibeli, Cek Caranya di Sini
Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengimbau kepada PCNU dan Ormas Islam yang hadir dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU yang hadir agar dalam penentuan 1 Ramadhan bisa menunggu hasil rukyat, hisab dan sidang isbat dari Kemenag pusat.
"Meski di Indonesia ada beberapa Ormas Islam dengan cara perhitungan yang berbeda, namun mudah-mudahan hasilnya sama," jelasnya.
Ia menerangkan, Kemenag sebetulnya tidak mengacu pada metode rukyat saja, namun menggunakan pula metode hisab.
Baca Juga: Minimalisir Siswa Titipan, FAGI Jabar Tuntut Disidk Buka Jalur Khusus PPDB SMA
"Kedua metode tersebut nantinya diakumulasikan yang kemudian akan masuk dalam sidang isbat oleh tim Kemenag pusat yang berada di bawah Dirjen Bimas Islam," terangnya.
"Tentunya bekerjasama dengan Badan Hisab Rukyat (BHR)," sambungnya.
Ia berharap, ibadah Ramadhan kali ini bisa berjalan normal seperti tahun sebelumnya dan paling penting bisa sama hasil rukyatnya.
"Dengan begitu tidak menimbulkan berbagai penafsiran dan bisa memberikan satu ketenangan dalam melaksanakan rukun Islam yang ke-4 ini," ujarnya.
Baca Juga: Disebut Sebagai 'Pernikahan Abad Ini', Hyun Bin dan Son Ye Jin Menikah Hari Ini
Adapun ketika ada perbedaan pada penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal di berbagai ormas, mudah-mudahan tidak memicu gejolak negatif.
"Dalam arti jangan punya anggapan hasil hisab yang benar sedangkan hasil rukyat salah. Namun, yang pasti semua memiliki dasar keilmuan," bebernya.
Ia pun meminta kepada seluruh ormas Islam, khususnya di KBB untuk sama-sama menghormati hasil rukyat, hisab dan sidang isbat dari Kemenag pusat.
"Karena ini untuk kesamaan, sehingga dalam melaksanakan ibadah bersama-sama dalam ketenangan," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


