Benahi Kenakalan Remaja, Pemkot Bandung Luncurkan 80 Posyandu Remaja
Turut mengatasi persoalan kenakalan remaja di Kota Bandung, Pemkot Bandung luncurkan 80 Posyandu Remaja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- Turut mengatasi persoalan kenakalan remaja di Kota Bandung seperti merokok dan hubungan seksual di luar nikah, Pemkot Bandung meluncurkan 80 Posyandu remaja.
Kehadiran 80 Posyandu remaja tersebut diharapkan dapat turut meminimalisir tingkat kenakalan remaja di Kota Bandung seperti ketergantungan merokok hingga praktik seks di luar nikah.
Pendirian 80 Posyandu remaja tersebut merupakan inisiasi Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama Karang Taruna yang diharapkan dapat diwujudkan di tahun 2022.
Baca Juga: Kabar Baik bagi UKM, Koinworks Luncurkan Inovasi Terbaru Bantu Kelola Finansial
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengungkapkan,
hasil Survey Kesehatan Berbasis Sekolah di Indonesia tahun 2015 cukup memprihatikan.
Pasalnya dalam survey menyebutkan usia 12-18 tahun menunjukkan sebanyak 41,8% pelajar laki-laki dan 4,1% pelajar perempuan mengaku pernah merokok dan 32,82% di antaranya merokok pertama kali pada umur di bawah 13 tahun.
Data yang sama menunjukkan 8,26% pelajar laki-laki dan 4,17% pelajar perempuan pernah melakukan hubungan seksual, serta berbagai permasalahan kesehatan lainnya.
Baca Juga: Ngeri! Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Muridnya Peragakan Adegan di Film Porno
Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi melibatkan semua unsur.
Anhar Hadian menyebutkan tantangan menyelenggarakan Posyandu Remaja adalah bagaimana caranya mengajak para remaja datang ke Posyandu.
"Kalau Posyandu Balita, orang tua akan datang membawa balitanya karena memiliki kepentingan untuk mengetahui perkembangan anaknya," ujarnya.
"Posyandu Lansia, pesertanya akan datang sendiri karena mereka membutuhkan wadah untuk berkumpul dan bersosialisasi, sedangkan remaja tidak bisa diajak ke Posyandu ketika jam kerja Puskesmas karena itu masuk jam sekolah mereka," imbuh Anhar.
Ia menegaskan Posyandu Remaja membutuhkan inovasi agar dapat mengundang ketertarikan remaja untuk berkonsultasi seputar kesehatan ataupun mendapatkan edukasi di Posyandu.
Hal ini bisa tercapai apabila pesan yang disampaikan menarik bagi kaum remaja.
Baca Juga: Guru Ngaji di Pangalengan Jadikan Ruang Kelas dan WC untuk Sodomi Puluhan Muridnya
Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dewi Primasari menjelaskan, Posyandu Remaja dibentuk agar dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi remaja.
Selain itu diharapkan dapat mendorong kebiasaan-kebiasaan baik pada remaja agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan kesehatannya di masa depan.
Seperti merokok, perilaku seks bebas, jarang sikat gigi, minim aktivitas fisik, kurang makan buah dan sayur, dan sebagainya.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Jalan Raya Kandang Roda-Sentul, Dishub Kabupaten Bogor Kerahkan Puluhan Personel
"Tujuan umum Posyandu Remaja adalah untuk mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi remaja," ujar Dewi
"Intervensi masalah kesehatan usia sekolah dan remaja berpengaruh pada perilaku, lingkungan, genetik, dan pelayanan kesehatan," tegasnya.
Menurut Dewi, salah satu prinsip Posyandu Remaja dengan mendekatkan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk remaja yang ada di setiap Kelurahan.
Baca Juga: Permendikbudristek PPKS, Harapan Baru Perlindungan Korban Kekerasan Seksual
Psikolog dari Pusat Riset Universitas Padjajaran, Mawar Nitta Pohan menjabarkan tentang ruang lingkup pendidikan kesehatan dalam Posyandu Remaja adalah seputar jati diri yang akan membantu remaja membentuk dirinya dalam mengambil keputusan.
"Posyandu Remaja seharusnya membantu dan membimbing remaja agar mereka mempunyai bekal yang cukup menuju masa dewasa saat menentukan keputusan," katanya.
Terkait hal ini, ia menyarankan agar penguatan pendidikan kesehatan remaja dalam Posyandu Remaja perlu mengutamakan pendekatan terlebih dahulu kepada sekolah karena sekolah berperan penting dalam kehidupan remaja.
Selain itu, perlu ada isu menarik yang sesuai dengan minat para remaja.
Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Andri Gunawan juga menunjukkan dukungan dan komitmennya dalam penyelenggaraan posyandu remaja di wilayah kelurahan-kelurahan di Kota Bandung.
Andri mendorong integrasi kegiatan Karang Taruna Kelurahan dengan kegiatan Posyandu Remaja sehingga remaja dapat mendapatkan lebih banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
Baca Juga: Hukum Ramadhan, Mencium Istri Saat Puasa Diperbolehkan, Berikut Dalil Lengkapnya, Hadits Shohih
Ke depannya, Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama para stakeholder terkait berkomitmen agar Posyandu Remaja akan seperti Posyandu Balita maupun Lansia yang bisa diakses dengan mudah dan terjangkau di semua wilayah Kota Bandung.***
Editor : inilahkoran


