UKM Mahacita UPI Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah terhadap Korban Bencana Banjir Kabupaten Garut
Pelatan sekolah diberikan oleh UKM Mahacita UPI kepada para korban bencana alam sebagai bentuk bantuan sosial dan kepedulian pendidikan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyalurkan bantuan sosial berupa bantuan peralatan sekolah bagi anak-anak korban bencana banjir di kampung Cipeunjeuh, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
Bantuan itu berupa peralatan sekolah yang diberikan UKM Mahacita UPI di antaranya buku tulis, pulpen, pensil, pensil warna, penghapus dan rautan yang dihasilkan dari penggalangan dana anggota Mahacita UPI.
Ketua Adat UKM Mahacita UPI Khairunnisa Khalda Syafiqah menjelaskan, penggalangan bantuan ini merupakan hasil sumbangan para anggota Mahacita yang antusias membantu korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Garut.
Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya dan UMKM di Pangandaran Apresiasi Pengabdian Kepada Masyarakat FPEB UPI
"Ini untuk menunjang kegiatan pendidikan siswa-siswi di sekolah," jelas Khairunnisa Khalda Syafiqah, di Kampus UPI, Minggu 7 Agustus 2022.
Dia mengatakan, bahwa sebagai unit kegiatan mahasiswa pencinta alam di UPI, UKM Mahacita selain melakukan penjelajahan dan pendakian gunung, eksplorasi alam, Mahacita juga berupaya saling membantu melakukan kegiatan penggalangan serta penyaluran bantuan untuk korban bencana alam sebagai bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat di Indonesia.
Lebih lanjut, Khairunnisa Khalda Syafiqah menjelaskan, sebelum penyaluran bantuan peralatan sekolah, UKM Mahacita UPI juga terjun langsung mendatangi lokasi pada saat terjadi bencana dalam rangka pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat untuk membantu para korban dalam kegiatan pendidikan.
Baca Juga: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Laksanakan PKM Terkait Pelatihan Menulis
"Serta pembersihan lingkungan disekitar bencana serta kegiatan lainya," ucapnya.
Sementara itu, Agus selaku Ketua RT 03, RW 14 Kampung Cipenjeuh, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat menjelaskan, bahwa terdapat 38 anak sekolah dari 46 kartu keluarga (KK) yang terdampak bencana alam banjir di wilayah tersebut.
"Lebih lanjut mengungkapkan bahwa banjir di wilayah kamisetinggi dada orang dewasa, ada rumah yang di bantaran sungai itu rusak parah, lalu sekarang di relokasi ke tempat lain," tambahnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


