Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Laksanakan PKM Terkait Pelatihan Menulis

Tim UPI melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan menggelar pelatihan menulis sebagai media terapi berbasis self-hypnosis.

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Laksanakan PKM Terkait Pelatihan Menulis
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan menggelar pelatihan menulis sebagai media terapi berbasis self-hypnosis.

INILAHKORAN, Bandung - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan menggelar pelatihan menulis sebagai media terapi berbasis self-hypnosis.

Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama dengan Rumah Kita Komunitas Peduli Bipolar Indonesia, Jalan Sulaksana 50, Kota Bandung. Ada 13 orang yang mengikuti kegiatan ini.

Pada kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebanyak dua sesi, pertama pemberian materi mengenai self-hypnosis dan menulis kreatif sebagai media terapi jiwa.

Baca Juga: UPI Selenggarakan Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik serta Peningkatan Kualitas Pelayanan

Pembicara ini adalah, seorang dosen, peneliti neurolinguistik, dan hipnoterapis, Jatmika Nurhadi, dan seorang sastrawan, Nenden Lilis Aisyah.

Self hypnosis merupakan terapi di mana seseorang akan dibuat sangat fokus untuk memberikan sugesti positif dan memberikan efek relaksasi pada diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam kegiatan ini, Jatmika Nurhadi melatih peserta untuk bisa melakukan relaksasi dan memberi sugesti pada diri sendiri.

Baca Juga: Dosen UPI Yusi Riksa Yustiana Sebut Perundungan Bisa Mencederai Perasaan dan Pikiran

"Misalnya dengan kata-kata, saya berhak hidup lebih baik, dan dengan relaksasi ini saya siap menerima perbaikan dan perubahan," kata Jatmika Nurhadi, Rabu 27 Juli 2022.

Sementara itu, Nenden Lilis Aisyah dalam materinya memberi contoh mengenai seorang tentara veteran perang Vietnam, bernama John Mulligan. John Mulligan lahir di Kirkintilloch, Skotlandia, pada tahun 1950, di sebuah rumah dengan sepuluh anak.

Setelah keluarganya beremigrasi ke AS, Mulligan mendaftar di Angkatan Udara. Beberapa minggu setelah menginjak usia 18 tahun dia telah berada dalam perjalanan untuk berperang di Vietnam.

Baca Juga: Bocah 11 Tahun di Tasikmalaya Tewas Usai Setubuhi Kucing, Begini Komentar Dosen UPI

Sekembalinya ke San Francisco setelah tur tugasnya, ia menderita gangguan kejiwaan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan menjadi tunawisma selama lebih dari sepuluh tahun.

Dalam mengatasi gangguan kejiwaannya tersebut John Mulligan mengikuti kegiatan Life Writing as Therapeutic Workshop yang dibimbing oleh seorang penulis dan ahli bahasa ternama di Amerika Serikat, Maxine Hong Kingston.

"Hasilnya adalah sebuah novel berjudul Shopping Cart Soldiers. Dalam novel ini, John Mulligan mengungkapkan perasaan-perasaan traumatik dan depresi dirinya akibat perang," ucap Nenden.

Baca Juga: Ini Kata Pengamat UPI Soal Polemik Kepemilikan Lahan Kebon Binatang

Ketua PKM Dheka Dwi Agustiningsih mengatakan, bentuk pelatihan tidak hanya dilakukan dalam bentuk workshop, tetapi pendampingan berkelanjutan melalui media sosial dan grup WhatsApp WA/Telegram. Pendampingan ini ditujukan pula agar para peserta kegiatan yang dilibatkan akan membentuk komunitas yang lebih besar.

"Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan sehingga kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat, FPBS, UPI dalam rangka pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dapat bermanfaat," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI Yulianeta berharap, kegiatan ini dapat menjadi sinergi antara UPI dengan masyarakat dalam hal ini komunitas Rumah Kita yang menaruh perhatian pada isu kesehatan mental, khususnya gangguan bipolar.

Baca Juga: Tingkatkan Profesionalitas Dosen, UPI Selenggarakan Kegiatan Pekerti

"Para penyintas dapat berinteraksi dengan membagikan pengalamannya dan bersama-sama dengan UPI melawan stigma masyarakat terhadap penyintas gangguan kejiwaan. Selain itu, penyintas gangguan bipolar dapat mengikuti alternatif kegiatan yang dapat menunjang untuk dirinya," tambahnya. *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran