Bandung Siap Gelar PTM Terbatas, FAGI: Jangan Sampai Timbul Masalah Baru!
Pendidikan Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bandung digelar minggu kedua bulan September 2021. Hal itu diputuskan setelah Kota Bandung masu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pendidikan Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bandung digelar minggu kedua bulan September 2021. Hal itu diputuskan setelah Kota Bandung masuk ke level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.
Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat Iwan Hermawan mengatakan, PTM terbatas dilaksanakan jangan sampai menimbulkan persoalan baru. Jika PTM terbatas dilaksanakan, secara bersamaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun akan dilaksanakan pula.
"Karena maksimal PTM terbatas itu diikuti 50 persen, dan 50 persen lagi adalah melaksanakan PJJ," kata Iwan, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga: 5 Gerbang Tol di Bandung Terapkan Ganjil Genap, Dikawal 467 Personel Gabungan
Baca Juga: Busyet...Penyalur Bansos KBB Ditentukan Lewat Secarik Potongan Kertas
Oleh karena itu, kata Iwan, guru harus terampil untuk melaksanakan proses PTM terbatas maupun PJJ. Jangan sampai anak-anak melakukan PTM terbatas hasilnya lebih bagus, dan anak yang PJJ hasilnya lebih rendah. Itu akan menjadi persoalan bagi siswa dan masyarakat.
Iwan melanjutkan, kenapa guru lebih menekankan memberikan pelayanan kepada PTM terbatas dibanding yang PJJ. Ini yang harus ditekankan, jangan sampai timbul masalah baru, adanya disparitas nilai antara PTM terbatas dan PJJ.
"Dan tentunya hasilnya harus sama. Sehingga saya kira itu akan menjadi persoalan, baik bagi siswa maupun orangtua," kata Iwan.
Iwan menegaskan, PTM terbatas dan PJJ ini adalah pilihan orangtua. Apakah orangtua lebih sepakat PTM terbatas, atau lebih PJJ, hal itu kembali lagi menjadi hak orangtua sepenuhnya. Meskipun, kata Iwan, pemerintah daerah sudah mengizinkan sekolah untuk melakukan PTM terbatas.
"Jadi kesimpulan saya, berilah pelajaran yang sama kepada siswa, baik yang PTM terbatas maupun yang PJJ, jangan sampai ada disparitas hasil pembelajaran mereka yang diakibatkan adanya dua proses pembelajaran bagi PTM maupun PJJ," ucap Iwan. (okky adiana)
Editor : inilahkoran


