Banjir Bandang Mekarwangi KBB Tahun Ini Jadi Yang Terparah
Banjir bandang yang menerjang Desa Mekarwangi Kabupaten Bandung Barat tahun ini menjadi yang terparah sejak beberapa tahun terakhir
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah kampung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan kepedihan bagi para korban.
Pasalnya, banjir bandang yang terjadi di Desa Mekarwangi kali ini telah membuat warga kehilangan hartanya.
"Beberapa tahun lalu, ada banjir tapi cuma sampai selutut. Kalau sekarang sampai sepinggang orang dewasa," kata Dede Ahmid (36) salah seorang warga Kampung Cibaliung RW 08, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat saat ditemui belum lama ini.
Akibat banjir bandang tersebut, sebut Dede, dirinya mengalami banyak kerugian materi, seperti tempat tidur, hp, alat-alat elektronik, termasuk kulkas lantaran semua terendam.
"Karena banyak barang yang harus diangkat, jadi sebagian gak sempat diselamatkan," sebutnya.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan bersama jajarannya langsung meninjau ke lokasi bencana.
Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat bakal segera menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memulihkan kondisi di Desa Mekarwangi pasca banjir bandang yang terjadi pada Sabtu 13 Mei 2023.
"Kita telah meninjau rumah yang kemarin terendam air setinggi 60 sentimeter. Setidaknya ada 64 KK yang terdampak," katanya, Senin 15 Mei 2023.
Berdasarkan hasil assessment yang dilakukan, jelas dia, sungai yang menjadi saluran air tersebut perlu dilakukan penanganan yang maksimal agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.
"Kita sudah berikan bantuan sembako tadi mungkin di assessment solusi ke depannya," jelasnya.
"Memang hari ini kendalanya adalah lebar sungai yang tersedia dimensinya kurang dan sangat kecil sekali," ujarnya.
Ia menilai, untuk melakukan pelebaran sungai perlu adanya komunikasi yang intensif bersama masyarakat setempat.
Terlebih, sambung dia, warga yang memiliki lahan dekat dengan sungai.
"Cuman untuk pelebaran itu memang banyak hal yang harus dikomunikasikan terutama adalah tanah warga yang barangkali berkenan mewakafkan," katanya.
Dengan pelebaran sungai yang dilakukan tersebut, lanjut dia, dapat meminimalisir banjir bandang yang berdampak langsung ke pemukiman warga maupun lahan pertanian dan yang lainnya.
"Supaya ketika nanti sungai sudah diperbaiki atau diperlebar Jalur airnya on the track dan tidak melebar kemana-mana," katanya.
"Ini karena sungainya kecil tapi volume airnya kemarin ketika hujan deras di luar normal jadi meluap kemana-mana," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemda Bandung Barat memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak bencana banjir bandang ini.
"Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban dan semoga ihtiar kita nanti dapat mengurangi risiko kejadian serupa terjadi," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

