Bantuan CPP Mulai Disalurkan, Pemkot Klaim Jadi Jaring Pengaman Sosial

Pemmkot CImahi mulai menyalurkan bantuan CPP kepada masyarakat

Bantuan CPP Mulai Disalurkan, Pemkot Klaim Jadi Jaring Pengaman Sosial
Pemkot Cimahi mulai penyaluran CPP dan diklaim bisa jadi jaring pengaman sosial di tengah ketidakpastian ekonomi global.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah memulai penyaluran bantuan pangan dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 41.387 warga yang berhak menerima manfaat.

Program ini diklaim tak hanya sekadar upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, namun juga merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi yang semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mohammad Ronny mengklaim program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya, terutama kelompok yang paling rentan.

Menurutnya, bantuan CPP memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya kerawanan pangan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah fluktuasi ekonomi yang terjadi saat ini.

"Penyaluran cadangan pangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mencegah terjadinya kerawanan pangan," kata Ronny baru-baru ini.

"Ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat," ujarnya.

Dalam pelaksanaan program ini, sebut Ronny, Pemkot Cimahi menyalurkan total 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng. Setiap penerima bantuan bakal mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk periode Februari dan Maret 2026.

"Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah pusat yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional dan dilaksanakan oleh Perum Bulog," jelasnya.

Dalam proses penyalurannya, lanjut Ronny, Pemkot Cimahi bekerjasama dengan pemerintah provinsi serta mitra distribusi logistik untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke tangan yang tepat dan tepat waktu.

Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, sebut Ronny, bantuan ini juga merupakan bagian dari strategi untuk mengendalikan inflasi di daerah.

"Dengan ketersediaan bahan pokok yang terjamin, diharapkan daya beli masyarakat tetap stabil dan tidak tergerus oleh kenaikan harga yang mungkin terjadi," katanya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati menjamin stok beras yang tersedia dalam kondisi aman dan cukup. Ia menjelaskan, Bulog tengah memanfaatkan masa panen saat ini untuk menambah cadangan pangan nasional.

"Stok saat ini justru meningkat karena kami memanfaatkan masa panen untuk menambah cadangan gabah dan beras. Ketersediaan pangan dipastikan aman hingga 10 sampai 11 bulan ke depan," ungkap Ratih.

Ratih menyebut, kualitas beras yang disalurkan memenuhi standar pemerintah, yaitu kategori medium, sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

"Selain itu, Bulog juga berencana untuk melakukan intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang akan dilaksanakan bersama dengan Pemkot Cimahi dalam bentuk gerakan pangan murah," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti