Banyak PJU Rusak, DPRD Kabupaten Cirebon Sentil Pemkab

DPRD meminta dinas terkait untuk memperbaiki PJU yang rusak di beberapa ruas jalan di Kabupaten Cirebon.

Banyak PJU Rusak, DPRD Kabupaten Cirebon Sentil Pemkab
Petugas sedang memperbaiki PJU dijalur alternatif mudik utara Sukabumi-Bogor. (antara foto)

INILAHKORAN, Cirebon – Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menyoroti banyaknya penerangan jalan umum (PJU) yang rusak.

Wakil Ketua Komisi III Syahrul Romadhoni mengaku dengan banyaknya PJU yang rusak  di beberapa titik di Kabupaten Cirebon membuat jalanan gelap dan rentan terjadi tindak pidana kejahatan.

"Tolong, PJU diselesaikan. Karena di lapangan, banyak persoalan PJU yang rusak," kata Syahrul Romadhoni, Minggu 9 Desember 2022.

Baca Juga: Hore... Senin Besok PTM di Pemkot Cirebon 100 persen

Menurutnya, dengan banyaknya PJU yang rusak membuat jalanan gelap dan rentan terjadi tindak kriminal. Politisi PDI Perjuangan ini pun mempertanyakan, apakah di tahun 2022 ini, ada PJU yang bertenaga surya. Ketika ada, bukankah bisa mengurangi jumlah setoran yang harus dibayarkan ke PLN.

"Tapi, ternyata tidak ada program itu di 2022 ini," ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Mukhlisin Nalahidin menyampaikan banyak keluhan yang diterima terkait gelapnya jalananan lantaran PJU rusak. Politisi Demokrat itu pun tidak menyoroti soal PJU yang berada di jalan provinsi atau jalan milik pusat.

Baca Juga: DPRD Sesalkan Viralnya Aksi Protes Asda Kabupaten Cirebon

"Saya menyoroti kondisi di jalan kabupaten, yang memang menjadi kewenangan kita. Meskipun sudah tersentuh, tapi nyatanya kan masih kecil. Buktinya  kondisi jalan gelap," jelas Mukhlisin.

Secara pesifik dia menyebutkan kondisi jalan di Jagapura, Desa Slendra yang merupakan daerah terluar berbatasan dengan Kabupaten Indramayu. Justru jalan yang merupakan etalase, kondisi PJUnya sama sekali kurang diperhatikan.

"Sudah daerahnya terpencil. Kurang penerangannya pula. Padahal, itu etalase Kabupaten Cirebon. Saya minta diperbaiki. Untuk mengurangi tingkat kriminalitas di jalan," pintanya.

Baca Juga: Kejari Cirebon Klaim Selamatkan Uang Negara Rp 28 Miliar Lebih

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi melalui Kabid Sarana Prasarana, Hilman Firmansyah menjelaskan, terkait PJU ia menyadari di tahun 2021 kemarin banyak kerusakan. Pihaknya pun bahkan mengantongi jumlah keluhan, selama satu tahun itu, sampai 900-an. Keluhannya sama terkait PJU.

Hilman mengaku bukannya Dishub lepas tanggung jawab, dengan tidak segera memperbaiki. Hanya saja, dari segi anggarannya memang tidak tersedia.

"September saja, uang pemeliharaan sudah habis. Ini krena ada perubahan SOTK. Jadi kita hanya memprioritaskan yang sifatnya urgen saja," jelas Hilman.

Baca Juga: Polresta Cirebon Sebut Arus Balik 2022 dari Jawa Menuju Jakarta di Tol Cirebon Ramai Lancar

Hilman menambahkan, ada 4.495 data lampu PJU yang dalam kondisi rusak. Sementara, kebutuhan PJU di Kabupaten Cirebon masih banyak. Dibutuhkan 15 ribu titik cahaya lagi. Artinya, wajar saja ketika di lapangan jalanan gelap. Karena yang sudah ada saja, kondisinya rusak dan masih membutuhkan 15 ribu titik lagi.

"Kami berharap, tahun ini mendapat bantuan dari anggaran provinsi," tukas Hilman. *** (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran