Bappeda Jabar Ungkap, Kabupaten/Kota Terancam Kolaps Buntut Turunnya Dana Transfer ke Daerah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, kabupaten/kota terancam kolaps buntut turunnya dana transfer ke daerah.

Bappeda Jabar Ungkap, Kabupaten/Kota Terancam Kolaps Buntut Turunnya Dana Transfer ke Daerah

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, kabupaten/kota terancam kolaps buntut turunnya dana transfer ke daerah.

Untuk Provinsi Jawa Barat sendiri kata Dedi, meski dana transfer dari pusat turun sebesar Rp2,458 triliun di 2026, masih bisa bernafas, meski harus mengencangkan ikat pinggang.

Rencana target di 2026 masih dapat berjalan, walaupun APBD awalnya diperkirakan sekitar Rp31 triliun, namun turun menjadi Rp28 triliun dapat disiasati dengan efisiensi di sejumlah sektor bukan prioritas. Tetapi tidak dengan kabupaten/kota di Jabar.

dana transfer yang semula Rp919 triliun dan kini menjadi Rp693 triliun, menurutnya masih jauh dari nilai awal.

"Saya bisa bayangkan, kabupaten/kota makin kesulitan, karena dikurangi dana transfer. Sementara dana transfer di tiap kabupaten/kota rata-rata itu kisaran 60-85 persen (dari APBD). Dibanding PAD-nya," ujar Dedi dikutip Minggu 28 September 2025.

Sehingga lanjut dia, bila dana transfer dipangkas, besar kemungkinan ada kabupaten/kota yang akan kolaps. Lantaran fiskal mereka defisit, seiring dengan adanya pengurangan tersebut.

"Jadi, kalau dana transfernya dipotong. Udah, kolaps tuh," ucapnya.

Sementara Pemprov Jabar sambung Dedi, supaya sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan tetap berjalan maksimal. Maka efisiensi di belanja pegawai, perjalanan dinas dioptimalkan.

"Belanja pegawai kita efisiensikan Rp700 miliaran. Kemudian belanja perjalanan dinas, belanja ATK, mamin (makan-minum). Itu jadi concern kita agar kemudian diefisiensikan," kata dia.

Sehingga belanja modal di infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya kata dia, sesuai keinginan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tetap berjalan. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti