Barcelona 7-2 Racing Santander: Viva Raphinha
RAPHINHA bukan sekadar pemain sayap yang cepat. Dia adalah detak jantung sekaligus kapten Barcelona yang memikul harapan besar di pundaknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Pemain asal Brasil ini tampil luar biasa dengan menorehkan hattrick saat Barcelona menggulung Racing Santander 7-2 di Camp Nou, Kamis (17/9) dini hari WIB.
Gol pertamanya lahir dari titik putih pada menit ke-25 setelah ia dijatuhkan di kotak terlarang. Gol kedua menyusul di menit ke-42 lewat skema permainan terbuka yang memanfaatkan umpan matang Dani Olmo.
Ia kemudian menyempurnakan malamnya dengan gol penalti kedua pada menit ke-67.
Dengan tambahan tiga gol ini, Raphinha telah mengoleksi 11 gol dari 7 laga pertama Barcelona di semua kompetisi musim 2026/2027. Sebuah catatan luar biasa yang bahkan melampaui start terbaik Lionel Messi pada musim 2012/2013 silam.
Namun, kisah terbaik Raphinha malam itu justru tidak tertulis saat ia menyarangkan bola ke dalam gawang. Kisah terbaiknya terjadi di menit ke-45.
Tepat sebelum turun minum, Barcelona kembali mendapatkan hadiah penalti setelah Karim Adeyemi dilanggar.
Di posisi itu, Raphinha tinggal selangkah lagi menuju hat-trick impiannya sebelum babak pertama usai. Sebagai eksekutor utama dan kapten tim, bola itu sepenuhnya adalah haknya.
Namun, alih-alih mengambil bola untuk kepuasan pribadi, Raphinha berjalan mendekati Lamine Yamal, bintang muda Barcelona yang malam itu tampil penuh energi namun belum mencetak gol.
Raphinha menyerahkan bola tersebut ke tangan Yamal, memberikan pelukan hangat, dan membisikkan kata-kata penyemangat.
Ia memilih menunda ambisi pribadinya demi memberikan kepercayaan diri kepada sang wonderkid.
Meskipun eksekusi penalti Yamal malam itu akhirnya berhasil ditepis oleh kiper Racing, Julien Agirrezabala, momen tersebut berbicara banyak tentang siapa Raphinha sebenarnya.
Ia bukan tipe pemimpin yang menuntut sorotan sendirian. Ia adalah pelindung bagi adik-adik juniornya di lapangan.
Ketika Yamal akhirnya berhasil mencetak gol penutup di menit ke-89, orang pertama yang berlari memeluknya dengan senyum paling lebar adalah Raphinha.
Saat diwawancarai oleh media seusai laga, ketika semua orang memujinya karena berhasil melampaui rekor awal musim seorang Messi, Raphinha tidak sedikit pun tinggi hati.
Dengan napas yang masih terengah-engah dan keringat yang membasahi jersey kaptennya, ia hanya tersenyum tipis. "Selalu penting untuk memikirkan tentang di mana Anda perlu meningkat. Aku tidak akan mengatakan kepada Anda apakah aku sedang dalam performa terbaikku. Aku toh selalu berusaha membaik di aspek apapun demi berkontribusi lebih banyak untuk tim," ujarnya dengan nada bicara yang sangat tenang.
Kekalahan Mengejutkan Sementara itu, Pelatih Racing Santander Jose Alberto Lopez menyebut kekalahan 2-7 timnya dari Barcelona merupakan situasi yang terjadi luar prediksinya.
Dikutip dari laman Racing Santander, Lopez menyebut, awalnya dia mengira skuadnya mampu memberikan perlawanan sengit dan menyulitkan Barcelona.
Akan tetapi, mereka ternyata diserang habis-habisan oleh sang lawan sehingga kebobolan tujuh gol. Santander cuma mampu melesakkan dua gol hiburan.
"Saya melakukan perubahan dan berpikir kami dapat bersaing di level tinggi lalu menyulitkan Barcelona. Namun, kami tidak mampu melakukannya," ujar Lopez.
Juru taktik asal Spanyol itu menyebut timnya tidak bertahan dengan baik saat berhadapan dengan Barcelona.
Lopez menilai Racing Santander terlalu banyak memberikan peluang untuk lawan. Itu yang membuat Barcelona mendapatkan tiga penalti (dua di antaranya menjadi gol) dan dua gol dari tembakan jarak jauh.
"Kami perlu menjadi tim yang lebih disiplin," tutur dia.
Pada laga kontra Barcelona itu, Jose Alberto Lopez hanya mempertahankan tiga pemain dari pertandingan sebelumnya yakni Julen Agirrezabala, Matteo Prati dan Sergio Canales.
Sisanya, dia melakukan rotasi lantaran harus mempertahankan kondisi para pemainnya yang mesti menjalani tiga pertandingan dalam rentang waktu tujuh hari sejak Sabtu (12/9), di mana mereka menaklukkan Deportivo Alaves 2-1, juga di liga. (bsf)
DATA FAKTA | Waktu: Kamis (17/9) ; Kick Off Pukul 02.30 WIB | Tempat: Camp Nou, Barcelona | Wasit: J Munuera | Man of the Match: Raphinha | Pencetak Gol: Barcelona (Cancelo 8’, Raphinha 25’pen, 42’, 67’pen, Villaibre 36’og, amal 89’) ; Santander (Gueye 30’, Zabiri 65’) | Kartu Kuning: Barcelona (Yamal, Adeyemi, Cancelo) ; Santander (Felipe) | Kartu Merah: -
Editor : Inilahkoran

