Beban TPAS Sarimukti Makin Berat, Kota Bandung Diminta Kurangi Sampah Malah Ditambah

Beban TPAS Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat semakin berat. Lantaran Kota Bandung sebagai penyumbang terbesar sampah ke TPAS Sarimukti, diminta untuk mengurangi volume sampah, justru menambah jumlah pengirimannya.

Beban TPAS Sarimukti Makin Berat, Kota Bandung Diminta Kurangi Sampah Malah Ditambah
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menyayangkan dan meminta, pengiriman sampah ke TPAS Sarimukti dapat ditekan. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Beban TPAS Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat semakin berat.

Lantaran Kota Bandung sebagai penyumbang terbesar sampah ke TPAS Sarimukti, diminta untuk mengurangi volume sampah, justru menambah jumlah pengirimannya.

Situasi ini kian menyulitkan, karena kapasitas TPAS Sarimukti akan overload menjadi semakin cepat, bila tidak segera dikurangi.

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menyayangkan dan meminta, pengiriman sampah ke TPAS Sarimukti dapat ditekan.

Salah satu sebabnya, Kota Bandung yang diharapkan mampu mengurangi sampah dari 170 ritase atau 1.190 ton perhari menjadi 130 ritase atau 910 ton malah naik sampai 1.295 ton atau 185 ritase perhari.

"Itu kami ingatkan betul, harus terjadi penurunan. Tapi juga bagaimana di masyarakatnya, harus ada edukasi juga bahwa paling terbaik adalah mengelola sampah dari hulunya," ujar Bey Machmudin di Terminal Leuwipanjang, Senin 21 Oktober 2024.

Terlepas dari TPAS Sarimukti, Pemprov Jabar kata dia juga masih mengupayakan TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung dapat segera dibangun.

Sehingga pada awal 2028 mendatang TPPAS Regional Legoknangka sudah dapat beroperasi, menggantikan TPAS Sarimukti.

"Kami masih optimis 2028 bisa beroperasi. Memang ada beberapa hal teknis (masalah administrasi belum selesai), di Kementerian LHK. Kami sudah menyurati," ucapnya.

Seperti diketahui, daya tampung TPAS Sarimukti kian menipis. Sisa lahan yang dijadwalkan habis di akhir Desember 2024 malah meleset, karena volume sampah terus bertambah.

Dimana berdasarkan hasil kajian, merujuk pada buangan sampah di TPAS Sarimukti saat ini, diperkirakan hanya bertahan maksimal sampai akhir November.

Sementara perluasan lahan yang diagendakan, baru akan rampung dan siap pakai pada medio 2025 mendatang. Itu artinya, bila tidak ada perbaikan maka di penghujung 2024, Bandung Raya kembali mengalami fase lautan sampah. 


Editor : Doni Ramdhani