Begini Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Wacana Investasi Pemkab Majalengka Senilai Rp150 Miliar untuk BIJB Kertajati

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meluruskan terkait ramainya informasi mengenai adanya wacana Pemerintah Kabupaten Majalengka, yang akan berinvestasi ke BIJB Kertajati senilai Rp150 miliar.

Begini Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Wacana Investasi Pemkab Majalengka Senilai Rp150 Miliar untuk BIJB Kertajati
Dedi Mulyadi menjelaskan, BIJB Kertajati diagendakan akan menjadi bandara haji dan umrah. Melihat ini, ada dua pertimbangan yang dilakukan, yakni apakah menggunakan Islamic Center di Indramayu atau membangun hotel maupu pondok asrama di Majalengka. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meluruskan terkait ramainya informasi mengenai adanya wacana Pemerintah Kabupaten Majalengka, yang akan berinvestasi ke BIJB Kertajati senilai Rp150 miliar.

Dedi Mulyadi menjelaskan, BIJB Kertajati diagendakan akan menjadi bandara haji dan umrah. Melihat ini, ada dua pertimbangan yang dilakukan, yakni apakah menggunakan Islamic Center di Indramayu atau membangun hotel maupu pondok asrama di Majalengka.

"Bukan inves Rp150 miliar, kan begini. BIJB Kertajati ini akan dibuat sebagai bandara untuk haji dan umrah, karena bandara haji dan umrah ada dua pertimbangan. Pertama, adalah apakah akan menggunakan Islamic Centre yang ada di Indramayu atau membangun hotel atau pondok untuk jamaah di area jamaah, ini lagi kita kaji mana yang paling efektif," jelas Dedi saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 2 Juli 2025.

Bila hotel atau asrama dibangun di kawasan BIJB Kertajati lanjut Dedi, setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp300 miliar.

Sisi lain, Pemprov Jabar juga berencana akan menyempurnakan runway atau landasan di BIJB Kertajati, dimana anggaran dibutuhkan sekitar Rp60 miliar.

"Jadi, dua hal itu yang harus ditempuh. Tetapi di balik itu kan harus ada siklus yang jalan dulu tuh, sebelum nanti nunggu haji dan umrah, pesawat besar. Maka tadi saya bersama Bu Susi memutuskan, Susi Air di Kertajati ngaspal, terbang lagi di Kertajati dan dengan lima rute. Jadi, saya ingin mencoba keduanya, sebelum membangun yang besar kita mulai dulu yang kecil," paparnya.

Soal rencana investasi Pemkab Majalengka ke BIJB Kertajati, dia mengaku tidak masalah. Meski diakuinya hal ini meragukan, karena mereka memiliki anggaran besar untuk berinvestasi di BIJB Kertajati.

"Ya, tidak apa-apa investasi saja. Tapi saya agak ragu Pemkab punya Rp150 miliar untuk investasi di situ. Sampai hari ini, yang saya tahu adalah Pemprov Jabar berencana untuk membangun pondok asrama haji di dalam bandara, tapi nanti kita lihat," kata Dedi.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pada Agustus kelak sudah ada perjanjian kerjasama dengan Kementerian Agama dan Badan Pengelola Haji dan Umrah.

"Itu dulu yang pertama. Sudah ada kepastian dulu, tetapi kalau sudah bertemu dengan para Menteri, sudah dipastikan bahwa itu dilaksanakan," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani