Bellingham vs Tuchel, Kane Jadi Juru Damai

PENYERANG sekaligus kapten Timnas Inggris Harry Kane mencoba mendinginkan hubungan Thomas Tuchel dan Jude Bellingham yang sedang panas.

Bellingham vs Tuchel, Kane Jadi Juru Damai
PENYERANG sekaligus kapten Timnas Inggris Harry Kane mencoba mendinginkan hubungan Thomas Tuchel dan Jude Bellingham yang sedang panas.

Tuchel dan Bellingham terlibat friksi saling serang secara verbal usai kemenangan Inggris atas Norwegia di perempatfinal Piala Dunia 2026.

Tuchel melontarkan kritikan kepada para pemainnya usai Inggris menang 2-1 di Miami Stadium pada Minggu (12/7) kemarin. Kepada ITV, ia menyebut The Three Lions bermain "ceroboh" dan "beruntung" bisa lolos ke semifinal.

Dimintai pendapat secara terpisah, Bellingham tampak tak terkesan dengan jawaban pelatihnya.

"Mungkin itu berarti dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, (Martin) Odegaard, (Antonio) Nusa, (Alexander) Sorloth," ujar Bellingham kepada DAZN.

Bellingham menilai Tuchel tidaklah paham betapa sulitnya para penggawa Inggris dalam meladeni perlawanan Norwegia.

"Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi. Saya pikir kami telah mencoba menciptakan lingkungan yang positif - kami harus melanjutkan itu hingga babak semifinal," lanjutnya.

Tetap saja, Tuchel menilai permainan Inggris terlalu bertele-tele dan terkesan tidak efektif di depan gawang lawan.

"Saya sangat menghargai para pemain. Anda tidak akan memenangkan setiap laga hanya dengan mengoper bola dan melakukan 1.000 umpan. Terkadang Anda harus menang dengan cara 'kotor' dan kami melakukannya lagi malam ini," tegasnya.

Kane sebagai kapten Inggris pun terseret dalam drama ini. Striker Bayern Munich itu menilai sang pelatih memiliki tujuan baik dari ucapannya.

"(Tuchel) melihat kami berlatih dan melihat kekompakan kami serta melihat apa yang bisa kami lakukan, terutama dengan pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, duel satu lawan satu, dan keterampilan kami," kata Kane, dikutip The Athletic.

"Dia hanya ingin melihat versi diri kami yang seperti itu. Dia tahu betul bahwa ini tidak sesederhana itu, kami bermain menghadapi lawan yang bagus. Dia mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik kami dan kami sendiri tahu bahwa kami memiliki level lain yang dapat kami capai," tegas Kane.

Juara bertahan Argentina sudah menanti mereka dalam semifinal di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Patut dinanti apakah Inggris mampu mencapai 'level lain' yang dimaksud Kane pada laga nanti. (bsf)

 


Editor : Inilahkoran