Berbenah Kota Jaga Pesona

SATU per satu pekerjaan rumah yang lama tertunda mulai diselesaikan. Dari pasar hingga ruang publik, Kota Bogor bersiap tampil dengan wajah baru.

Berbenah Kota Jaga Pesona
SAMPAIKAN ARAHAN: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat memberikan arahan perihal penataan kota. Pemkot Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mulai mewujudkan program yang selama bertahun-tahun tertunda maupun belum terealisasi agar Kota Bogor lebih tertata, nyaman, dan berkualitas.

Wajah Kota Bogor perlahan berubah. Di sejumlah sudut kota, kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan kesemrawutan mulai ditata kembali. 

Pasar yang sempat mandek direvitalisasi, kabel-kabel udara mulai dipindahkan ke bawah tanah, sementara ruang publik yang lama dipenuhi lapak perlahan dikembalikan fungsinya.

Perubahan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin untuk menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan.

"Kami juga terus menghadirkan berbagai terobosan pada sektor pembangunan. Pada sektor penataan kota dan ruang publik, Pemkot Bogor melakukan percepatan melalui sejumlah langkah strategis yang menyentuh berbagai kawasan di Kota Bogor," kata Dedie, Senin (13/7). 

Salah satu langkah yang dinilai paling menonjol adalah penataan Pasar Bogor. Kawasan perdagangan yang selama bertahun-tahun mengalami stagnasi itu akhirnya mulai dibongkar dan ditata ulang agar lebih tertib, aman, dan representatif bagi pedagang maupun pengunjung.

Pada saat yang sama, Pemkot juga menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi pasar rakyat sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Selain itu, Pemkot Bogor juga mengaktifkan kembali Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sebagai upaya mengoptimalkan fungsi pasar rakyat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat," ujarnya.

Penataan kota juga menyasar ruang-ruang publik yang selama ini dipenuhi bangunan semi permanen. Lapak-lapak di Jalan Pedati, Lawang Seketeng, dan Jalan Roda ditertibkan agar trotoar kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

Tak hanya di permukaan jalan, perubahan juga dilakukan pada infrastruktur perkotaan. Program penurunan kabel utilitas yang sempat terhenti kini kembali dilanjutkan untuk mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan dan kerapian jaringan utilitas.

"Di bidang infrastruktur perkotaan, Pemkot Bogor melanjutkan program penurunan kabel utilitas yang sebelumnya sempat terhenti. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kerapian jaringan utilitas," jelasnya.

Perubahan juga terlihat di kawasan Paledang. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dinilai sudah tidak lagi memenuhi aspek teknis dan ergonomi dibongkar. Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan pelican crossing dan zebra cross yang dinilai lebih ramah bagi pengguna jalan.

Sementara itu, untuk menjaga hasil penataan tetap berjalan, Pemkot Bogor memperkuat penegakan aturan. Sejak 2025, Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum diterapkan lebih tegas, termasuk melalui pemberian sanksi denda bagi berbagai pelanggaran, di antaranya aktivitas pedagang kaki lima yang tidak sesuai ketentuan.

"Untuk memperkuat ketertiban umum, sejak 2025 Pemkot Bogor menerapkan penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum secara lebih optimal melalui pemberlakuan sanksi denda terhadap berbagai bentuk pelanggaran, termasuk aktivitas pedagang kaki lima yang melanggar ketentuan," terangnya. (gin)


Editor : Inilahkoran