DPRD Ingatkan Kontraktor Proyek Batutulis

Aktivitas pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, membawa harapan baru bagi konektivitas Kota Bogor.

DPRD Ingatkan Kontraktor Proyek Batutulis
SOROTI JALAN: Anggota DPRD Kota Bogor Edi Kholki Zaelani menyoroti kondisi Jalan Batutulis yang kotor akibat aktivitas proyek pembangunan trase baru jalan Batutulis.

INILAH, Bogor - Aktivitas pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, membawa harapan baru bagi konektivitas Kota Bogor.

Namun di balik proyek yang sedang berjalan, muncul persoalan lain yang mendapat sorotan: jalan yang kotor akibat ceceran tanah dari kendaraan pengangkut material.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak meminta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek diperkuat. Sebab, tanah yang tercecer di badan jalan dinilai dapat mengganggu kenyamanan hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Anggota DPRD Kota Bogor Dapil II Bogor Selatan, Edi Kholki Zaelani, meminta Pemerintah Kota Bogor meningkatkan koordinasi dengan pihak ketiga selaku pelaksana proyek agar dampak pembangunan tidak membebani masyarakat sekitar.

"Ya, tentunya pengawasan terhadap kontraktor harus dilakukan secara konsisten, terutama terkait operasional kendaraan pengangkut material," kata Edi kepada wartawan, Senin (13/7). 

Menurut Edi, laporan warga dan hasil pantauan di lapangan menunjukkan masih adanya kendaraan pengangkut tanah yang meninggalkan sisa material di jalan.

"Tugas saya hanya mengingatkan Pemkot Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor," jelasnya.

Sorotan tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Kota Bogor terhadap aspek keselamatan selama proyek berlangsung. 

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sebelumnya menegaskan kontraktor wajib menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), bukan hanya untuk pekerja proyek, tetapi juga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Dedie bahkan mengingatkan akan memberikan teguran keras jika pelaksana proyek tidak menjalankan standar keselamatan dengan baik.

"Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3," tegas Dedie.

Pantauan di sekitar proyek trase baru Batutulis menunjukkan masih terdapat ceceran tanah di badan jalan. Setelah dilakukan penyemprotan, kondisi jalan memang menjadi lebih bersih, namun permukaan yang basah juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kendaraan roda dua.

Pemerintah Kota Bogor kemudian meminta kontraktor lebih disiplin menjaga kebersihan area sekitar proyek. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan sisa tanah dari kendaraan proyek harus tetap menjadi perhatian agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurutnya, sesuai standar operasional prosedur (SOP), pembersihan dilakukan secara rutin setiap sore. Langkah itu dipilih untuk menghindari kepadatan lalu lintas apabila pembersihan dilakukan pada jam sibuk. (gin)


Editor : Inilahkoran