Sembilan TK Negeri, Menanam Masa Depan
PENDIDIKAN anak usia dini mendapat perhatian baru. Sembilan TK di Kapuas kini resmi menjadi negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Masa depan pendidikan sering kali dimulai dari ruang kelas yang sederhana. Dari sana, anak-anak mengenal huruf, belajar berteman, dan perlahan memahami dunia di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mencoba memperkuat langkah itu dengan meresmikan sembilan taman kanak-kanak (TK) negeri. Perubahan status tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus memperkuat pendidikan anak usia dini.
Wakil Bupati Kapuas Dodo mengatakan, keberadaan TK negeri merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi bagi generasi mendatang.
“Peresmian TK negeri tersebut merupakan bukti komitmen nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini, sebagai fondasi utama bagi masa depan generasi Kabupaten Kapuas dan bangsa Indonesia,” kata Dodo di Kuala Kapuas, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (13/8).
Sembilan TK yang diresmikan terdiri atas TK Negeri Tumbang Randang, TK Negeri Selat Barat, TK Negeri Warga Mulya, TK Negeri Teluk Palinget, TK Pembina Beringin Dharmawanita Persatuan, TK Negeri Tambun Raya, TK Negeri Sidomulyo, TK Negeri Terusan Karya, dan TK Negeri Pembina Sei Hanyo.
Bagi pemerintah daerah, penegerian tersebut bukan sekadar mengganti status sekolah. Ada harapan lebih besar yang ingin ditanamkan: memastikan anak-anak di berbagai wilayah Kapuas memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih merata.
“Ini adalah investasi pada pelajar-pelajar cilik yang kelak akan menjadi pemimpin, pengusaha, guru dan profesional yang membawa perubahan positif,” ujarnya.
Dengan fasilitas dan akses pendidikan yang lebih baik, pemerintah berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan hanya karena tempat tinggal atau latar belakang keluarganya.
Langkah itu juga menjadi bagian dari target Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas untuk menghadirkan setidaknya satu TK negeri di setiap kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat mengatakan program penegerian TK telah berjalan selama tujuh tahun. Dari tahun ke tahun, jumlah TK negeri terus ditambah agar dapat menjadi contoh sekaligus pembina bagi TK swasta di desa-desa.
“Ini merupakan tahun ketujuh dilaksanakannya penegerian TK setiap tahun, sehingga semakin banyak TK negeri yang dapat menjadi percontohan dan pembina bagi TK-TK swasta di desa-desa yang tersebar di 17 kecamatan,” katanya.
Penegerian juga membuka peluang bagi guru yang telah menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Anak Usia Dini. Mereka diharapkan memiliki kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK paruh waktu.
Artinya, perubahan status sekolah tidak hanya berbicara tentang bangunan dan peserta didik. Ada pula upaya memperkuat mereka yang setiap hari berdiri di depan kelas dan mendampingi tumbuh kembang anak. (gin)
Editor : Inilahkoran


