Berdayakan Janda-janda di Bogor Raya, Ade Wardhana Jualan Ranguin

Ranguin kini menjadi salah satu ekspansi bisnis baru bagi Ade Wardhana Adinata. Setelah sukses dengan bisnis ekspor tanaman hiasnya, kini ia merambah peluang di bidang kuliner.

Berdayakan Janda-janda di Bogor Raya, Ade Wardhana Jualan Ranguin
Ade Wardhana Adinata mengakui, Ranguin hadir sebagai inovasi di bidang kuliner yang berbahan baku dari tulang rangu dan ceker ayam. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Bisnis kuliner terus tumbuh dan menjamur di mana-mana. Ranguin yang mengeluarkan produk berbahan dasar  ayam pun bakal siap memberikan gebrakan baru bagi industri kuliner tanah air.

Ranguin kini menjadi salah satu ekspansi bisnis baru bagi Ade Wardhana Adinata. Setelah sukses dengan bisnis ekspor tanaman hiasnya, kini ia merambah peluang di bidang kuliner.

Ade Wardhana Adinata mengakui, Ranguin hadir sebagai inovasi di bidang kuliner yang berbahan baku dari tulang rangu dan ceker ayam. 

"Kuliner ini menghadirkan cita rasa unik dan saya menyakini bakal digemari berbagai kalangan," kata Ade Wardhana Adinata kepada wartawan, Selasa 13 Agustus 2024.

Ia menuturkan uniknya bisnis kuliner ini karena bakal menggandeng para janda yang berusia 50 tahun ke atas. 

Mereka akan dijadikan mitra bisnis Ranguin di Kota maupun Kabupaten Bogor serta daerah sekitarnya.

Menurutnya, Ranguin sejak awal memang berangkat dari komitmen untuk memberikan dampak sosial yang nyata dengan memberdayakan para ibu-ibu rumah tangga tersebut. 

"Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa para janda yang telah kehilangan pasangan memiliki kesempatan untuk tetap produktif dan mandiri secara finansial," ungkapnya.

Sebagai mitra Ranguin, para janda akan mendapatkan sumber penghasilan untuk mendukung ekonomi keluarga mereka. Mereka pun hanya mengeluarkan Rp2 juta agar mendapatkan paket usaha yang lengkap. 

"Paket usahanya mencakup booth siap pakai, bahan jadi siap jual, seragam, hingga pelatihan lengkap. Para mitra ini akan dibekali dengan keterampilan yang diperlukan, mulai dari cara pengolahan, penyajian, hingga strategi penjualan yang efektif," sambung Ade sapaan akrabnya.

Walaupun berjiwa sosial, alumni IPB University ini menargetkan, setiap mitra dapat menjual minimal 25 porsi per hari, dengan harga jual per porsi sebesar Rp10 ribu. 

Dari setiap porsi Ranguin yang terjual, mitra akan mendapatkan Rp2.000 sebagai keuntungan langsung. 

"Dengan target ini, mitra bisa mendapatkan penghasilan harian yang cukup signifikan, yang secara langsung akan berdampak positif terhadap kesejahteraan mereka," jelasnya.

Menurut Ade, dengan bergabung dalam bisnis Ranguin yang ditargetkan ada 500 booth, para janda tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga rasa percaya diri dan kebanggaan karena mampu menjalankan usaha sendiri. 

"Ranguin bukan sekadar makanan lezat yang dinikmati oleh konsumen, tetapi juga simbol kemandirian dan kekuatan para perempuan yang terus berjuang di tengah tantangan hidup," tukas Ade Wardhana Adinata.


Editor : Doni Ramdhani