Betina atau Jantan? Ini Kata Buya Yahya soal Hewan Kurban

Buya Yahya menjelaskan terkait hukum menyembelih hewan betina untuk kurban.

Betina atau Jantan? Ini Kata Buya Yahya soal Hewan Kurban

INILAHKORAN - Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa hewan kurban haruslah jantan. Namun anggapan tersebut ditegaskan keliru oleh Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah.

Menurut beliau, baik hewan jantan maupun betina, keduanya sah digunakan untuk berkurban selama memenuhi syarat syariat.

"Ada yang bilang kurban pakai betina tidak boleh, itu tidak benar," kata Buya Yahya.

Beliau menegaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk memilih hewan jantan dalam pelaksanaan ibadah kurban. Yang terpenting adalah kondisi hewan tersebut sesuai dengan syarat sah kurban—seperti sehat, cukup umur, dan tidak cacat.

"Kami tegaskan, kurban tidak harus jantan. Boleh menggunakan hewan betina," ujarnya.

Memang dalam praktiknya, hewan jantan kerap dipilih karena biasanya memiliki tubuh yang lebih besar dan terlihat lebih gagah, terutama jika sudah tanggal giginya (sudah cukup umur). Hal ini membuat hewan jantan sering dianggap lebih ideal sebagai kurban.

"Kalau jantan dan sudah tanggal giginya, biasanya memang ukurannya lebih besar," jelas Buya Yahya.

Namun ukuran atau jenis kelamin bukanlah syarat sah kurban dalam Islam. Maka, memilih hewan betina pun tidak mengurangi nilai ibadah kurban, selama hewan tersebut memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam fiqih.


Editor : Firda Rachmawati