Bey Machmudin Evaluasi Total Program Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku bakal mengevaluasi total program-program andalan yang dilakoni pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum kala menjadi gubernur dan wakil pada periode 2018-2023.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku bakal mengevaluasi total program-program andalan yang dilakoni pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum kala menjadi gubernur dan wakil pada periode 2018-2023.
Bey Machmudin mengatakan, program yang dianggap kurang optimal dan menimbulkan kontroversi dipastikan akan dihentikan. Sedangkan program yang dinilai baik, dipastikannya akan tetap berlanjut selama dirinya memimpin di Jawa Barat.
"Semua program kami akan evaluasi, kalau yang baik akan kami teruskan, kalau tidak ya kami alihkan. Tidak ada yang teruskan," ujarnya Kamis 9 November 2023.
Ketika disinggung apakah Petani Milenial menjadi salah satu program yang bakal dihentikan, karena sempat menimbulkan konflik lantaran ada salah satu peserta bersuara terlilit hutang pasca mengikuti program andalan pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum tersebut, Bey Machmudin belum dapat membeberkan secara pasti.
"Kalau mana yang akan dilanjutkan. Kami sedang melakukan pembahasan. Masih dalam proses evaluasi," terangnya.
Tidak dapat dipungkiri, program Petani Milenial menjadi andalan pasangan akronim Rindu tersebut ketika mulai dirilis 2021 silam. Dimana Emil optimistis program ini menjadi solusi mencetak petani di masa depan.
Program berjargon ‘Tinggal di Desa, Rezeki Kota’ ini telah banyak mewisuda di pelbagai sektor. Selama tiga tahun, tercatat pada 2021 ada 8.998 peserta yang ambil bagian dan lolos seleksi sebanyak 1.766 orang. Pada 2022, dari 20.894 pendaftar, 6.545 orang dinyatakan lolos.
Dalam inagurasi 2022 dan 2023, tercatat 5.344 orang dengan sebaran 2.721 dibina Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, 788 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, 620 dibina Dinas Kehutanan, 620 oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta 595 petani dibina Dinas Perkebunan. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

