Bey Machmudin Ingatkan Pentingnya Sinergitas Antara BRT dan Angkot Agar Tidak Berkonflik
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) baru akan efektif bila mampu bersinergi dengan moda angkutan kota (angkot).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) baru akan efektif bila mampu bersinergi dengan moda angkutan kota (angkot).
Bila tidak, maka potensi konflik antara BRT dan angkot itu diakui Bey Machmudin pasti akan terjadi karena bakal ada rebutan penumpang.
Seperti yang terjadi di Kota Bekasi, dimana BRT BisKita dihadang sejumlah angkot kala melewati kawasan Pasar Bantargebang, Selasa 14 Januari 2025 kemarin.
Sebabnya, rute BisKita sama dengan jalur angkot, sehingga mengganggu pendapatan mereka dari mengangkut penumpang.
Maka dari itu kata Bey Machmudin, harus ada komunikasi dan koordinasi. Termasuk pada BRT Metro Jabar Trans, yang per Januari ini mengaspal.
"Angkutan kota dan bis itu harusnya bersinergi, bersama-sama. Jangan sampai ada yang dirugikan," kata Bey Machmudin di Kota Bandung, Rabu 15 Januari 2025.
Tidak hanya sinergitas, dia juga mengingatkan agar BRT. Khususnya Metro Jabar Trans tidak sekedar ada, tetapi juga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satunya melalui sinergitas dengan angkot, dimana menjadikan angkutan kota ini sebagai feeder bagi BRT Metro Jabar Trans.
"Jadi memang angkutan itu jangan hanya ada aja. Tapi juga terpadu, terintegrasi, angkot jadi feeder," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

