Bey Machmudin Minta Kendaraan Bermasalah Jangan Sampai Lolos, Minimalisir Kecelakaan di Libur Nataru

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta, kendaraan bermasalah jangan sampai lolos, guna meminimalisir kecelakaan di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Bey Machmudin Minta Kendaraan Bermasalah Jangan Sampai Lolos, Minimalisir Kecelakaan di Libur Nataru
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta, kendaraan bermasalah jangan sampai lolos, guna meminimalisir kecelakaan di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025../Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta, kendaraan bermasalah jangan sampai lolos, guna meminimalisir kecelakaan di libur natal dan tahun baru (Nataru) 2025.

Bey Machmudin mengatakan, pemeriksaan kelaikan transportasi umum seperti bis dan truk harus dicek secara seksama oleh instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan, supaya kecelakaan akibat masalah teknis dapat dihindari.

Beberapa pengalaman kecelakaan, baik di jalan tol maupun trek jalan harus betul-betul menjadi pertimbangan terhadap kendaraan.

"Yang penting kelaikan transportasi umum, bis itu, truk juga kami minta dilakukan pemeriksaan detail terutama untuk kendaraan besar, jangan sampai nanti tidak ada rem dan sebagainya," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 9 Desember 2024.

Pemprov Jabar sambung dia, telah meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, dalam memastikan kelayakan kendaraan.

Terutama dalam waktu dekat, guna memastikan keselamatan masyarakat di masa libut Nataru 2025.

"Dishub sudah, sudah ke dinas kabupaten/kota. Mereka akan rapat koordinasi lagi," ucapnya.

Selain itu, Bey Machmudin juga mengimbau kepada masyarakat untuk rutin memeriksa prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketika akan berlibur.

Serta tentunya diharapkan, dapat menghindari titik atau wilayah rawan bencana, mengingat Jabar rentan akan bencana hidrometeorologi pada musim hujan saat ini.

"Perhatikan cuaca, BMKG. Puncak musim hujan akhir Desember sampai Januari. Bahkan sampai awal Februari. Jadi hati-hati dan segera pantau BMKG," pintanya.***


Editor : JakaPermana