Bey Machmudin Optimistis Pompanisasi Mampu Bantu Jabar Penuhi Target 11 Juta Ton Gabah Kering Giling

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin optimistis bantuan 10 ribu unit pompa dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk pompanisasi. 

Bey Machmudin Optimistis Pompanisasi Mampu Bantu Jabar Penuhi Target 11 Juta Ton Gabah Kering Giling
Bey Machmudin mengatakan, Jabar sebagai lumbung padi nasional pada 2022 lalu berhasil memproduksi 9,3 juta ton gabah keringi giling. Bantuan pompanisasi diyakini mampu membantu Jabar memenuhi target 11 juta ton gabah kering giling pada tahun ini. (antara)

INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin optimistis bantuan 10 ribu unit pompa dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk pompanisasi. 

Bey Machmudin mengatakan, Jabar sebagai lumbung padi nasional pada 2022 lalu berhasil memproduksi 9,3 juta ton gabah keringi giling. Bantuan pompanisasi diyakini mampu membantu Jabar memenuhi target 11 juta ton gabah kering giling pada tahun ini.

Mey Machmudin mengaku pada 2023 produktivitas di Jabar menurun menjadi 9,1 juta ton gabah kering giling akibat kemarau ekstrem. Tahun ini, dengan adanya bantuan pompanisasi, target 11 juta ton gabah kering giling berpotensi terealisasi.

Terlebih baru 7.500 unit pompa yang baru diserahkan ke Jabar dan masih menunggu sisanya 2.500 unit, untuk memperluas cakupan lahan pertanian.

"Hingga Juli, kami baru 6 juta ton. Masih defisit 5 juta ton dan terimakasih banyak atas bantuan pompanisasi. Saya sudah serah terimakan 7.033 unit pompa kepada kelompok tani dan telah dimanfaatkan 82,6 persen atau 5.811 unit," ujar Bey Machmudin.

Dia melanjutkan, dengan adanya pompanisasi, membantu mengurai masalah pertanian di Jabar. Dimana sebelumnya sempat terjadi mundur tanam dari jadwal, akibat panas ekstrem. 

Kini dengan adanya pompanisasi, jadwal tanam dapat dimajukan dan pada semester 2 di 2024, berpotensi dilakukan dua kali tanam.

"Minggu lalu saya berkunjung ke salah satu daerah di Tegal Panjang Kabupaten Bogor, disana ada 3 ribu hektar dengan produktivitas 1 hektar itu sekitar 5,6 ton perhektar dan karena sudah ada pompa, mereka akan menanam akhir tahun, dimajukan dilakukan Agustus tahun ini," ucapnya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kodam III Siliwangi terkait pompa, dimana kini ada pompa yang menggunakan bahan bakar gas.

Sehingga dapat lebih efisien dalam belanja bahan bakar, karena harga gas lebih murah ketimbang BBM.

"Itu mampu (menyedot) air kedalaman 10 meter, masih bisa naik airnya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pemprov Jabar kata Bey Machmudin juga turut mengapresiasi Kementerian Pertanian, yang telah memberikan penyuluhan dan penambahan petugas pendamping petani dalam peningkatan produktivitas.

"Sehingga diharapkan pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani