Bey Machmudin Sebut, Kolaborasi Kunci Utama Tekan Stunting di Jabar
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menekan stunting di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menekan stunting di Jabar.
Dia mengatakan, dalam mewujudkan zero new stunting tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah. Seluruh stakeholders harus bahu-membahu, dalam menekan prevalensi stunting.
"Kuncinya disitu. Tidak hanya di level pemerintah tapi juga sampai level bawah," ujar Bey Machmudin usai acara Evaluasi stunting Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Aksi stunting Award (ASA) Sebagai Event kolaborasi Pentahelix Penanganan stunting bertajuk 'Merajut Asa Untuk Jawa Barat' di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Selasa 26 November 2024.
Keterlibatan semua pihak, dalam pengendalian dan penanganan kata dia, sangat penting dalam menurunkan prevalensi stunting di Jabar.
"Upaya sudah masif seperti memberikan makanan tambahan, juga pengawasan melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti mahasiswa, masyarakat, kader," ucapnya.
Terlepas dari itu, Bey Machmudin mengaku optimistis prevalensi stunting di Jabar akan berkurang. Mengingat sejauh ini, seluruh stakeholders terutama pemerintah kota/kabupaten juga telah bersama-sama berusaha menekan angka stunting atau gizi buruk.
Khususnya di 2024 ini, dimana Jabar kata dia tengah mengejar mewujudkan target nasional, menurunkan angka stunting di 14 persen. Mengingat Jabar di 2023 masih di angka 21,7 persen.
"Jadi saya sih optimis akan turun, tapi tidak tahu berapa akan turun. Kalau melihat upaya yang dilakukan, optimis turun," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

