BGN Larang SPPG Masak Mi Tanpa Hal Ini untuk Mencegah Keracunan MBG

BGN larang SPPG masak mi sebagai menu MBG untuk mencegah keracuan jika tidak punya koki handal.

BGN Larang SPPG Masak Mi Tanpa Hal Ini untuk Mencegah Keracunan MBG
Menu MBG mi bisa sebabkan keracunan makanan.

INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya, BGN merinci makanan apa saja yang bisa menyebabkan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti mi, soto dan nasi kuning.

Kini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya telah membuat surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait menu MBG.

BGN menginbau agar SPPG tidak memasak menu MBG mi tanpa juru masak andal untuk mencegah keracunan pangan.

"Karena seringnya mi bermasalah dengan gangguan pencernaan, kami dari BGN pusat sebetulnya sudah membuat surat edaran agar tidak memasak mi jika belum punya chef andal yang menguasai betul bagaimana teknik memasak mi agar tidak cepat basi," jelas Nanik.

"Kami juga sudah menyosialisasikan melalui kepala regional dan koordinator wilayah," tambah Nanik dalam Instagram resmi @nanik_deyang dan @sidakbgn.

Nanik menjelaskan bahwa pada hari Jumat, 8 Mei 2026, 147 siswa yang terkena gangguan pencernaan setelah menyantap bakmie Djawa, ayam suwir, pangsit tahu kukus, tauge rebus, timun, tomat, jamur krispi, dan buah semangka.

"Minggu malam saya sidak ke dapur yang mengolah MBG dan menjadi penyebab 147 anak mengalami gangguan pencernaan di Jakarta Timur, dimana 33 diantaranya sempat dirawat, namun hari Senin (11 Mei 2026) kemarin sudah pulang semua," ujar Nanik.

Selama program MBG berjalan1,5 tahun, di Jakarta telah terjadi 10 Kejadian Luar Biasa (KLB) gangguan pencernaan, tujuh diantaranya disebabkan menu mi.

"Agak kaget waktu dikabari menu mi lagi yang dipakai, karena sebulan sebelumnya di Jakarta Timur juga menu spaghetti menjadi penyebab beberapa anak gangguan perut, bahkan sempat ada yang dirawat di rumah sakit yang sama," ungkapnya.***


Editor : Irma Nurfajri