BGN Tutup 2 Dapur MBG di Ponorogo, Diduga Ada Intimidasi Yayasan
Ini alasan BGN tutup 2 dapur MBG di Ponorogo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo, Jawa Timur.
Kebijakan ini diambil setelah muncul dugaan adanya intimidasi dari pihak yayasan pengelola terhadap kepala SPPG, pengawas gizi, hingga pengawas keuangan.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa dua kepala SPPG dari Ponorogo mendatangi dirinya untuk meminta perlindungan karena merasa tertekan selama berbulan-bulan.
Mereka mengaku mendapat tekanan dari yayasan yang mengklaim dimiliki oleh cucu seorang menteri, bahkan disertai ancaman akan dilaporkan ke polisi jika tidak mengikuti arahan yayasan.
“Selama ini mereka ditekan dan diintimidasi. Bahkan ada upaya untuk menyingkirkan mereka,” ujar Nanik.
Tak hanya itu, yayasan tersebut juga diduga merekayasa penggunaan anggaran, di mana dana bahan pangan sebesar Rp10.000 per porsi hanya dibelanjakan sekitar Rp6.500.
Akibatnya, pihak SPPG harus menutup kekurangan biaya dari kantong pribadi demi menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat.
Menanggapi laporan tersebut, BGN langsung melakukan inspeksi mendadak dan memutuskan untuk menghentikan operasional kedua dapur tersebut.
BGN menegaskan tidak akan mentoleransi praktik intimidasi maupun penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika tidak ada perbaikan, penutupan permanen bisa menjadi langkah lanjutan.
Editor : Firda Rachmawati

